Kejurnas Atletik 2005
Ada Bonus Untuk Pemecah Rekor
Rabu, 20 Jul 2005 19:16 WIB
Jakarta - Kejuaraan nasional atletik kembali digelar 21-23 Juli di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Melihat minimnya rekor nasional yang tercipta, PB PASI menjanjikan bonus buat atlet berprestasi. Dengan alasan menggenjot prestasi pula, kejuaraan yang diikuti 400-an atlet dari seluruh propinsi minus Gorontalo itu hanya memfokuskan beberapa nomor yang ditargetkan yaitu nomor lari dan maraton. Akibatnya nomor dasa dan sapta lomba, yang minim peserta, terpaksa dikorbankan alias ditiadakan. Demikian dijelaskan ketum PB PASI Muhammad "Bob" Hasan kepada wartawan di Sekretariat PB PASI, Senayan, Rabu (20/7/2005).Ditambahkan Bob, maksud pihaknya memfokuskan kepada beberapa cabang saja adalah demi tujuan yang lebih besar. Itu misalnya adalah untuk mensukseskan atletik di mata para sponsor. "Ini sebagai contoh John Murray. Dia itu di GP Asia lalu mencatatkan prestasi yang sangat luar biasa. Padahal dalam daftar AAA (Asian Athletic Assosiacion) namanya tidak masuk, tapi karena Indonesia tuan rumah (salah satu seri) namanya masuk bersama Sukari.""John di GP Asia seri Sidoarjo juara 100 m (dengan waktu 10,45 detik) di seri Singapura meningkat jadi 10,52 detik, terakhir di seri Songkhla, Thailand, 10,38 detik. Tau nga dia dapet bonus berapa? Rp 70 juta dari AAA. Intinya, dengan prestasi tidak perlu bingung dengan kesejahteraan, sponsor dateng sendiri," tutur Bob. Lucunya, di tengah penjelasannya kepada wartawan tiba-tiba sponsor Kejurnas (perusahaan apparel Mizuno) memberikan amplop kepada Bob. Isinya ternyata uang Rp 5 juta. "Tuh kan saya nga minta, uangnya (sponsor) dateng sendiri," seloroh Bob. Uang itu lalu diserahkan kepada John Murray.Soal menggenjot semangat atlet, PB PASI tak ketinggalan untuk menjanjikan bonus. Misalnya untuk nomor 100 meter. Masih ada rekornas yang tercatat atas nama Mardi Lestari yang belum dipecahkan (10,20 detik). "Berhasil menyamakan saja akan memperoleh bonus Rp 15 juta, kalau mendekati atau mencetak 10,30 detik (misalnya) bonusnya adalah Rp 10 juta," tukas Bob. John sendiri saat disambangi detiksport menyampaikan harapan-harapannya. Selain ingin memperbaiki catatan waktu, atlet yang sedang disibukkan dengan persiapkan Pelatnas SEA Games dan juga kejurnas ini mengatakan tekadnya untuk mendapatkan medali di SEA Games nanti. "Mudah-mudahan catatan waktu 10,38 detik di Thailand bisa diperbaiki. Itu yang terbaik. Sementara untuk SEA Games mudah-mudahan bisa dapat medali. Di sea games 1999 Thailand saya mendapatkan dua medali perak, sedangkan di SEA Games 2003 Vietnam dapat medali perunggu nomor 100 meter," tandas sprinter 26 tahun ini. (mel/)











































