Armstrong, Lebih dari Juara
Senin, 25 Jul 2005 12:03 WIB
Jakarta - Tujuh kali berturut-turut juara Tour de France menempatkan nama Lance Armstrong dalam sejarah. Tetapi kenyataan dirinya adalah seorang penderita kanker, menjadikannya lebih dari seorang juara.Setelah divonis menderita kanker tahun 1990-an, hampir tidak ada yang percaya kata-kata Armstrong. "Saya akan tetap menjadi pembalap sepeda profesional."Namun keraguan dunia dijawab oleh duda berusia 33 tahun itu dengan meyakinkan. Bersama tim Discovery Channel, Armstrong terus mamacu tekadnya mengayuh sepeda untuk meraih prestasi dan mengalahkan kanker yang dideritanya.Ayah dari tiga anak itu mengidap kanker testis yang kemudian menyebar ke daerah perut hingga ke paru-paru. Melihat kondisinya yang seperti itu, wajar jika orang menganggap harapan Armstrong hanya kosong belaka. Namun Armstrong memang bukan orang pada umumnya. Sambil menjalani chemotherapy, impian untuk terus membalap tetap dikejarnya.Menjelang akhir abad 20, Armstrong mulai mendapat perhatian berkat keberhasilannya menjuarai Tur de France untuk pertama kali. Balap sepeda yang tadinya kurang populer di Amerika Serikat, kini menjadi lebih diperhatikan. Pemicunya tidak lain adalah karena seorang Amerika penderita kanker mampu menjuarai kompetisi terberat di balap sepeda.Armstrong kemudian menjuarai Tour de France di tahun-tahun berikut. Namun semuanya tidak diraih dengan mudah. Selain harus bertarung dengan penyakitnya, Armstrong juga ditimpa masalah keluarga yang berujung perceraian dengan sang istri, Kristin di tahun 2003. Inilah tahun terberat dalam karir Armstrong. Armstrong hampir saja gagal meneruskan tradisi juaranya di Tour de France untuk kelima kali. Namun berkat dukungan rekan-rekan satu tim dan dokter yang merawatnya, Armstrong berhasil kembali juara tahun 2003 meski hanya unggul 61 detik atas Jan Ullrich. Ini menjadi keunggulan terkecilnya sebagai juara Tour de France.Tour de France 2005 menjadi even terakhir Armstrong sebagai pembalap sepeda. Sehari sebelum perlombaan, Armstrong sudah membulatkan tekadnya untuk pensiun. "Saya harus mulai membiasakan diri dengan gelar baru yakni mantan atlet," ujarnya.Meski akan pensiun, banyak hal yang akan abadi dikenang dari diri Armstrong. Salah satu perkataannya yang paling menggugah ialah, "Kanker adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku." Inilah pesan berharga yang disampaikannya bagi seluruh dunia, khususnya penderita kanker.Tidak terbatas hanya kata-kata dan simbol, Armstrong juga langsung turun membantu sesamanya. Melalui lembaga Lance Armstrong Foundation yang diprakarsainya, jutaan dolar berhasil terkumpul untuk penyembuhan para penderita kanker. Inilah bukti nyata seorang Armstrong tidak hanya juara balap sepeda, tetapi lebih dari itu.Data Lance ArmstrongLahir: Dallas, Texas 18 September 1971Anak: Luke (5th), kembar Grace dan Isabelle (3th) (anak dari mantan istri, Kristin, cerai tahun 2003)Prestasi:Juara Tour de France: 7 kali (1999-2005)Juara etape: 22, 11 diantaranya di nomor time trial1993: Verdun1995: Limoges1999: Puy du Fou, Metz, Sestrieres, Futuroscope2000: Mulhouse2001: L'Alpe d'Huez, Chamrousse, Saint-Lary-Soulan, Saint-Amand-Montrond2002: Luxembourg, La Mongie, Plateau de Beille, Macon2003: Luz-Ardiden.2004: Plateau de Beille, Villard-de-Lans, L'Alpe d'Huez, Le Grand Bornand, Besancon2005: Saint-Etienne.Juara Time Trial Beregu: 3 kali bersama tim U.S. Postal Service dan Discovery Channel tahun 2003-2005.Keunggulan terbesar: 7 menit 37 detik atas Alex Zulle, 1999Keunggulan terkecil: 61 detik, atas Jan Ullrich, 2003Menggunakan Jaket Kuning: 83 kali (lom/)











































