detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 18 Jul 2018 19:58 WIB

Tepat 1 Bulan Jelang Asian Games 2018, 3 Venue Belum Beres

Mercy Raya - detikSport
Foto: Pradita Utama/detikSport Foto: Pradita Utama/detikSport
Jakarta - Sebulan menjelang Asian Games 2018, panitia pelaksana (INASGOC) masih memiliki pekerjaan rumah yang krusial. Tiga venue belum beres.

INASGOC menandai sebulan menjelang upacara pembukaan dengan kirab obor dari Prambanan, Yogyakarta, Rabu (18/7/2018). Kirab akan berakhir di Stadion Utama Gelora Bung Karno saat opening ceremony.

Jika hari pertama kirab bergulir lancar, justru venue Asian Games 2018 cukup mengkhawatirkan. Direktur venue INASGOC, Arlan Lukman, menyebut ada tiga di antara 50 venue Asian Games 2018 yang ada di Jakarta dan Palembang yang pembangunannya belum selesai.



"Persentase untuk kesiapan venue harusnya tinggal tiga venue lagi yang akan selesai akhir bulan ini. Yaitu, layar, jetski, dan bisbol," kata Arlan kepada detikSport, Rabu (18/7/2018).

"Saat ini ketiga venue tinggal finishing touch-nya saja. Tapi, setelah selesai pun belum bisa digunakan karena harus melakukan overlay (interior desain)," lanjutnya.

"Jadi, jika ditanya kesiapan venue sudah berapa persen? Siap untuk apa dulu. Jika siap secara bangunan sudah, tapi siap digunakan untuk pertandingan Asian Games, belum. Karena, jadwal setelah venue dibangun itu kami berkontrak dengan pemilik venue, kemudian melakukan overlay," dia menjelaskan.

"Nah, karena ini multievent tentu kami harus berintegrasi dengan bagian-bagian lain, seperti tranportasi segala macam. Nah, venue operation dan venue overlay kami siapkan pararel dan sudah disiapkan sejak dua pekan lalu dari mulai loading, dan semua akan rampung di competition day minus 7 hari. Jadi, bukan tanggal 18 Agustus, karena ada yang mulai 14 Agustus seperti sepakbola dan bola tangan," dia menjelaskan.



JIka menilai kekurangan dari sisi overlay, Arlan mengungkapkan kesiapan venue Asian Games baru berjalan 2 persen. Dalam jadwal yang ditetapkan, pekerjaan baru dimulai pada pekan ini.

Arlan tak menampik jika bakal menemui kendala untuk mendatangkan fasilitas di tiap venue. Sebab, peralatan dan perlengkapan tak hanya berasal dari Indonesia, namun negara lain. Berkaca yang sudah-sudah, ganjalan terbesar di beacukai.

"Namun bukan berarti ini menjadi kesalahan beacukai juga dalam arti memperlambat. Tetapi, dari sisi administrasi memang perlu kami rapikan. Tapi (sudah) kami dibantu beacukai. Barang sudah keluar dan jika melihat venue di Palembang overlay sudah jalan. Sebagai contoh, panjat tebing pasang kursi. Lalu stadion panahan pasang tenda. Masing-masing venue punya kebutuhannya sendiri," ujar dia.

"Kami juga sudah mendapat solusi. Artinya, kami sudah mulai bangun, custom juga sudah beres, barang sudah sampai di Jakarta, dan ada pemasangan listrik, jadi memang pelan-pelan dan pembangunannya profesional, tidak rusuh. Ibaratnya tinggal menjalankan sesuai timeline yang diberikan," dia menjelaskan.

"Untuk kendala pasti ada, tapi yang krusial semoga tidak ada. Kami solid dan sama-sama dengan Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Banten, TNI-Polri. Kami akan persiapkan Asian Games tepat waktu dan semoga lancar," ujar Arlan.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed