detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 31 Jul 2018 15:19 WIB

Temui Atlet Trampolin, Menpora Carikan Solusi Gaji yang Belum Dibayar

Amalia Dwi Septi - detikSport
Menpora imam Nahrawi menemui atlet pelatnas senam hari ini. (Amalia Dwi Septi/detikSport)
Jakarta - Atlet trampolin dapat kesempatan curhat langsung ke Menpora Imam Nahrawi soal kondisi mereka jelang Asian Games 2018. Termasuk soal gaji yang belum dibayar.

Masalah tertunggak hak atlet senam trampolin sudah diketahui sejak beberapa waktu lalu. Ada tiga atlet Yudha Tri Aditya, Dimas Sindhu Aji dan Calvin Ponco yang belum menerima uang saku selama tiga bulan atau sejak pelatnas Asian Games 2018 dimulai.

Tiga atlet trampolin itupun merogoh kocek sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat ini, ketiga atlet itu tengah menjalani pemusatan latihan di Houbii Urban Adventure Park, Pondok Indah, Jakarta Selatan.




Yudha mengungkapkan haknya tersebut belum dibayarkan hingga saat ini. Dia berharap Menpora bisa membantu agar masalah tersebut bisa segera diselesaikan.

"Sampai saat ini, kami belum menerima hak itu, dari kami latihan sampai sekarang, tiga bulan lah. Saya berharap sih bisa lebih dihargai saja, meski pun kami cabor baru soalnya apa yang kami korbankan bukan hanya keluarga tapi pekerjaan juga apalagi mau nikah tahun depan," kata Yudha, Selasa (31/7/2018).

"Kehadiran Pak Menteri sih saya harapkan kedepannya bisa diperhatikan lagi karena akan jadi acuan kami. Pak Menteri bilang Insya Allah kedepannya, sabar saja nanti langsung diusahakan," dia menambahkan.

Selama pelatnas, atlet trampolin mendapatkan dukungan dari Houbii yang menyediakan tempat latihan, penginapan, dan makanan. Di luar tiga hal itu, atlet trampolin harus mengeluarkan uang sendiri.

"Alhamdulillah Houbki mau bantu tempat penginpan sama makanan saja. Tapi tetap kan kami punya tanggungan. Makanan bagus, hotel bagus, fasilitas latihan juga bagus cuma dari honor saja yang belum," kata pria 28 tahun itu.

Keterlambatan pembayaran itu terjadi lantaran pelatnas senam trampolin baru bergulir sejak Juni 2018 dan pada awalnya tidak masuk dalam dana pelatnas yang disiapkan Kemenpora. Imam akan menindaklanjuti dan meminta PB Persani mengajukan ulang proposal anggaran pelatnas trampolin.

"Sisi positifnya, setelah saya sidak saya tahu permasalahanya. Dan tentu saya akan tindaklanjuti. Dan saya minta kepada PB Persani untuk mengajukan ulang soal administrasinya," kata Imam.

Pada kunjungannya ke pelatnas senam trampolin, selain mendengarkan keluhan atlet, Imam juga sempat mengecek kesiapan dan mencoba arena trampolin.


(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com