detiksport
Follow detikSport
Kamis, 09 Agu 2018 19:45 WIB

Erick Thohir Beberkan 3 Tantangan Sebagai Tuan Rumah Asian Games

Erwin Dariyanto - detikSport
Ketua INASGOC, Erick Thohir (Agung Pambudhy/detikSport) Ketua INASGOC, Erick Thohir (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Ketua pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC), Erick Thohir, membeberkan tiga tantangan berbeda di kota-kota penyebaran venue. Apa saja?

Palembang mendampingi Jakarta sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Dua kota itu juga didukung oleh Jawa Barat dan Banten.




Erick menyebut, ada perbedaan tantangan yang dihadapinya pada empat daerah yang kebagian menggelar hajatan olahraga bangsa-bangsa se-Asia empat tahunan itu. Apa saja?

1. Palembang yang Rawan Kebakaran


Jakabaring Sport Center menjadi venue utama Asian Games 2018 Palembang.Jakabaring Sport Center menjadi venue utama Asian Games 2018 Palembang. (Raja Adil Siregar/detikSport)


Ya, memang masing- pemerintah daerah mempunyai kendala masing-masing. Di Palembang, ada kendala kebakaran hutan. Tetapi, kemarin sudah dicek langsung oleh Kapolri, Panglima, dan Gubernur bahwa memang tantangan saat ini di pengujung musim kemarau sedikit gesekan saja bisa menimbulkan (kebakaran).

Tetapi, Alhamdulillah kemarin mereka sudah turun bersama. Jadi, apa-apa kalau gotong royong itu mudah dilakukan. Nah. itu kemarin sudah dilakukan dan alhamdulillah terkontrol.

2. Banten Sibuk di Area Bandara

Bandara Soekarno Hatta bakal lebihs ibuk mendekati dan selama Asian Games 2018. Bandara Soekarno Hatta bakal lebihs ibuk mendekati dan selama Asian Games 2018. (Dok AP II)


Di Banten, mestinya tidak terlalu. Banten lebih berat saat kedatangan dan kepergian atlet nanti di Bandara Soekarno Hatta.

3. Kemacetan Jakarta


Wisma Atlet Kemayoran mulai buka besok. Wisma Atlet Kemayoran mulai buka besok. (Eva Safitri/detikSport)


Jakarta memang sangat menantang. Yang terberat itu, salah satunya, kemacetan karena itu kenapa pemerintah DKI, pemerintah pusat, kami menjadi satu bagian bagaimana mencari solusinya, apa problemnya. Kenapa sih misalnya ada pertanyaan, atlet mesti 30 menit?

Kami itu, kembali, tugasnya men-service atlet. (Asian Games 2018 itu) aktornya kan atlet. Kalau dia sakit pasti kami disalahin, kelamaan di mobil kami disalahin. Belum lagi pertandingan live. Kan, enggak bisa pertandingan delay lima menit karena atlet baru datang masih keringatan, itu enggak mungkin.

Atlet sendiri ketika sampai di tempat pertandingan mesti pemanasan, macem-macem sebelum pertandingan. Karena, itulah kami membuat inovasi bersama-sama. Ada yang namanya Asian Games Line, di mana nanti Trans Jakarta yang busway dan tol nanti ada line khusus. Itu pun tidak cukup ada pengawalan dan buka tutup tol. Makanya, ada yang namanya ganjil genap.

Ganjil genap ini harus diberlakukan, ya mohon maaf, ya kalau saya bilang ini menyulitkan masyarakat dan memang ganjil genap ini sudah dilakukan oleh banyak negara juga. Kami hanya menerapkan memang khususnya Asian Games jadi lebar. Tapi ada impact-nya juga lho. saya dengar penggunaan transportasi umum naik 20 persen. Kan solusi kemacetan itu secara jangka panjang tidak mungkin nambah jalan terus, tetapi menambah public facility.


(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed