DetikSport
Kamis 16 Agustus 2018, 16:25 WIB

Tantangan Dayung di Asian Games: Angin Terlalu Kencang

Raja Adil Siregar - detikSport
Tantangan Dayung di Asian Games: Angin Terlalu Kencang Foto: Raja Adil Siregar/detikSport
Jakarta - Lima hari berlatih di venue Jakabaring Sport City (JSC) Palembang menjelang Asian Games 2018, atlet dayung putri masih terkendala kondisi angin. Angin tidak beraturan.

"Kondisi angin di venue Jakabaring saya lihat tidak beraturan. Apalagi, untuk kami yang bertanding di rowing dengan jarak 2 km. Ini sedikit menyulitkan kami," kata salah satu atlet dayung kelas women's formailes soap rowing (W-4), Waode Fitri Manggasa saat ditemui di venue dayung Jakabaring, Kamis (16/8/2018).

Meskipun kondisi cuaca tidak menentu dan arah angin berubah-ubah, tim putri ini tetap optimis dapat meraih medali di Asian Games mendatang. Bahkan, atlet harus mampu menaklukkan arah angin yang tidak bersahabat itu.

"Tetep optimis, itulah sebabnya sampai sekarang kami terus berlatih. Termasuk menyesuaikan dengan arah angin dan kecepatan selama di lintasan. Ini resiko kalau menjadi atlet main di outdoor dan harus bisa ditaklukkan," kata Fitri.

Fitri yang akan bertanding di kelas senior dayung putri mengaku terus memberikan motivasi pada para atlet dayung. Bahkan, dalam satu kesempatan mereka saling bertukar pikiran dan strategi antara junior dan senior.




Terapkan hasil Latihan di Belanda

Fitri dkk. tiba di Palembang setelah menjalani latihan di Belanda dan mengikuti kejuaraan di Negeri Kincir Angin itu. Mereka mendapatkan banyak pengalaman.

"Banyak sekali materi yang kami dapat di Belanda selama tiga bulan berada di sana. Baik kondisi cuaca, arah mata angin, dan lawan yang beratpun sudah kami sempat kami hadapi," kata atlet wanita berusia 28 tahun ini.

"Saat ini saya bersama dengan Julianti, Yaya Rokayah dan Celsi Corpultti terus berjuang untuk memberikan hasil yang terbaik. Kami juga termotivasi dengan target yang diberikan bangsa ini," ujar wanita asal Sulawesi Tenggara ini.

Persiapan Panjang Timnas Dayung



Secara terpisah, pelatih dayung Dede Rohmat mengatakan pihaknya sudah membicarakan strategi bukan hanya pada saat persiapan Asian Games di tahun ini saja. Tetapi, persiapan sudah dilakukan dari tujuh tahun silam.

"Kami berbicara strategi bukan baru kali ini saja, tapi sudah dari tahun 2011. Nah pada Asian Games kali ini anak-anak itu sudah punya bekal untuk mendapatkan podium tertinggi, artinya ya emas. Kita juga sudah pernah menyumbangkan 4 medali emas pada Asian Games 2010," kata Dede Rohmat.

Dayung memperebutkan 15 medali emas. Target emas tidak hanya berada di pundak atlet putra saja, tetapi juga atlet rowing putri.

"Dari 15 nomor yang ada, kami turunkan 11 nomor untuk bertanding. Untuk atlet putra dan putri sama-sama ada target di podium," katanya.

"Yang terpenting bukan hanya emas, tapi proses untuk mendapatkan emas itulah yang penting. Karena, saya sampaikan ke anak-anak proses tak akan mengkhianati hasil," dia menjelaskan.



(fem/fem)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed