Berebut Naik Shuttle Bus Asian Games 2018 di Jakabaring

Yanu Arifin - Sport
Rabu, 22 Agu 2018 11:17 WIB
Foto: Yanu Arifin/detikSport
Palembang - Antusiasme penonton Asian Games 2018 di Palembang tak kalah besar. Shuttle bus yang mengantar pengunjung ke venue di Jakabaring pun jadi rebutan.

Penyelenggara Asian Games 2018 menyediakan kendaraan umum untuk pengunjung yang datang ke venue. Bukan cuma di Gelora Bung Karno, tapi juga di Jakabaring, Palembang

Aturan di kompleks venue Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang adalah steril dari kendaraan. Tak ayal, shuttle bus jadi moda transportasi penting bagi penonton yang ingin menyaksikan pertandingan.




Sama seperti di Senayan, keberadaan shuttle bus di Jakabaring juga ramai peminat. Tiap bus yang lewat pasti jadi buruan, baik oleh penonton atau relawan yang mau menuju venue tempat bertugasnya.

Saking banyaknya peminat, para penumpang bahkan tampak berebut masuk shuttle bus dengan cara mencegatnya sebelum berhenti tepat di depan halte.


Asian Games 2018: Berebut Naik Shuttle Bus di JakabaringFoto: Yanu Arifin/detikSport


Sejauh ini, baru dua rute yang dilewati shuttle bus Jakabaring. Ada koridor 1 yang melintasi Wisma Atlet, venue Panjat Tebing, Sepatu Roda, Rowing, Aquatic. Koridor 2 melayani perjalanan ke wisma atlet, venue bowling, menembak, ski air, voli pantai, dan dayung.

Pantauan detikSport di area, bus selalu penuh ketika tiba di halte. Kernet shuttle bus sendiri membatasi penumpang agar tidak sampai berdiri di dalam bus -- kecuali yang benar-benar berkepentingan semisal jurnalis dan official tim.




Beberapa penumpang yang tidak kebagian tempat pun harus menunggu bus selanjutnya datang. Bahkan tak jarang yang terkadang meminta tumpangan shuttle khusus official. Padahal, bus rutin melintas di halte.


Asian Games 2018: Berebut Naik Shuttle Bus di JakabaringFoto: Yanu Arifin/detikSport


"Sekitar 15 menit bus pasti datang kok," kata Sobri, salah satu relawan.

Sobri menjelaskan saat ini belum semua koridor beroperasi. Koridor 3 belum beroperasi. Tapi sejauh ini sudah ada 30 armada shuttle bus yang tersedia.




"Koridor 3 baru minggu depan sepertinya (beroperasi). Sekarang sudah ada 30 armada yang melayani penumpang," ucapnya.

Nguyen Thanh Binh, salah satu penonton asal Vietnam, menilai shuttle bus harus bisa lebih rapi saat datang. Menumpuknya penumpang di halte dan membuat penumpang harus berebut dinilainya kurang memuaskan. "Demi kenyamanan bersama," ucapnya.


(yna/krs)