Kegagalan Triyatno Jadi Pengalaman Berharga Tim Angkat Besi

Kegagalan Triyatno Jadi Pengalaman Berharga Tim Angkat Besi

Mercy Raya - Sport
Rabu, 22 Agu 2018 23:43 WIB
Kegagalan Triyatno Jadi Pengalaman Berharga Tim Angkat Besi
Triyatno di Asian Games 2018. (Foto: Agung Pambudhy/Detikcom)
Jakarta - Pelatih nasional angkat besi, Dirdja Wihardja, mengakui adanya masalah komunikasi dengan kegagalan Triyatno meriah medali. Hal ini akan dijadikan pengalaman.

Triyatno harus bercokol di urutan empat pada pertandingan angkat besi Asian Games 2018 di kelas 69 kg di Hall A JIExpo Kemayoran, Rabu (22/8/2018). Angkatannya hanya selisih 1 kg dari total angkatan peraih medali perunggu lifter Kirgizstan yaitu 330 kg. Jika saja, dia tidak melewatkan angkatan pertama clean and jerk-nya mungkin hasilnya bakal berbeda.

Pada angkatan pertama clean and jerk, Triyatno tak kunjung datang untuk melakukan angkatan. Juri pun memutuskan untuk anggap angkatannya gagal. Hasil itu pun berimbas pada keseluruhan hasil Triyatno.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




"Jaraknya [pelatih dengan atlet] terlalu jauh. Kebetulan saya sempat keluar sedikit, ke belakang. Asisten saya juga tidak ada. Nah, saat kembali sudah dipanggil dan waktu tersisa 30 detik. Daripada melakukan angkatan di sisa 30 detik dan gagal, itu bisa mempengaruhi psikis. Kami fokus di angkatan kedua," kata Dirdja menjelaskan.

"Komunikasi kurang. Jadi kami mau atlet tidak tergesa-gesa. Kami lewatkan [angkatan pertama] dan fokus ke angkatan kedua untuk meraih medali," ujarnya kemudian.

"Sebenarnya tidak ada yang salah, kami memberikan kenyamanan di angkatan kedua. Angkatan pertama 175 kg yang maksudnya itu untuk dapat poin. Syukurnya, angkatan kedua berhasil."

"Ya ini buat pengalaman. Itu saja sih. Kurang beruntung saja. Harusnya minimal medali dan tadi sudah berusaha. Ya ini buat pengalaman. Itu saja sih," ucap Dirdja.




(mcy/cas)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads