detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 27 Agu 2018 08:32 WIB

Jalan Panjang Karateka Rifki Ardiansyah Arrosydiid Menuju Emas Asian Games

Amalia Dwi Septi - detikSport
Rifki Ardiansyah Arrosydiid mempersembahkan emas di Asian Games 2018 dari cabang karate untuk Indonesia (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Rifki Ardiansyah Arrosydiid sukses menyumbang medali emas di Asian Games 2018. Prestasi itu merupakan buah dari keseriusannya menggeluti karate sejak kecil.

Rifki mempersembahkan medali emas dari cabang karate untuk Indonesia setelah mengalahkan lawannya di final yang digelar di Plenary Hall, JCC, Jakarta, Minggu (26/8/2018). Menghadapi wakil Iran, Amir Mahdizadeh, Rifki menang dengan 9-7 di nomor Kumite-60Kg.

Perkenalan Rifki dengan olahraga karate rupanya sudah dimulai sejak kecil. Ia pertama kali menyukai karate saat duduk di bangku kelas 1 SD.


Keseriusannya menggeluti karate membawa karateka kelahiran Surabaya itu mengikuti beberapa kejuaraan daerah dan nasional. Tak selalu menang, Rifki baru merasakan peningkatan prestasi saat masuk SMP. Ia juga mulai mengikuti kejuaraan di luar negeri.

Berkat kemampuannya, atlet 20 tahun itu akhirnya masuk pelatnas untuk pertama kalinya pada 2013. Di situ lah, kemampuannya makin terasah dan terarah dengan baik.

"Tidak ada yang mengajari saya sih, karena orang tua juga kan bukan atlet karate. Jadi awalnya cuma ikut-ikut pertandingan," ujar Rifki.

"Waktu kelas 3 SD saya masih sabuk kuning dan oranye, ikut lomba juga kalah terus. Nah saat menanjak kelas 5-6 SD saya makin membaik dan ikut kejuaraan di luar negeri. Saya pernah juara BUB daerah, nasional."

Di umurnya yang masih belia, Rifki tak mau membuang kesempatan begitu saja. Ia memiliki keyakinan untuk selalu meningkatkan kemampuannya.

Pada prosesnya, Rifki akhirnya 'naik kelas' ke level senior. Ajang pertama yang dia ikuti adalah SEA Games 2017. Namun ketika itu ia tampil di kategori beregu.

"Jadi SEA Games 2017 event pertama saya. Saya tidak bisa ikut perorangan karena sudah ada orangnya. Jadi saya ikut beregu dulu dan juara 3 kalah lawan Thailand," kata Rifki.

Di balik kemampuannya berkarate, Rifki juga menyukai olahraga sepakbola. Jika sedang tak ada latihan, ia kerap bermain sepakbola.

"Saya malah ngefansnya sama pemain sepakbola, Mesut Oezil. Sampai sekarang saya masih suka main bola," katanya.

Kini, selain menjadi karateka, Rifki juga mengikuti pendidikan TNI dengan pangkat Sersan Dua. Mahasiswa UGM itu sadar tak selamanya bisa menjadi atlet dan ia harus mempunyai pegangan di masa depan.



Saksikan juga video 'Karate Sumbang Emas di Asian Games 2018':

[Gambas:Video 20detik]

Jalan Panjang Karateka Rifki Ardiansyah Arrosydiid Menuju Emas Asian Games
(ads/nds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com