detiksport
Follow detikSport
Selasa, 28 Agu 2018 18:57 WIB

Galang Hendra Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata Dunia Balap Eropa

Lucas Aditya - detikSport
Pebalap Yamaha MotoX, Galang Hendra Pratama. (Foto: Pradita Utama/detikcom) Pebalap Yamaha MotoX, Galang Hendra Pratama. (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Galang Hendra Pratama tampil prima dalam balapan penuh pertamanya di Eropa. Saat awal dipandang sebelah mata, kini dia mulai diperhitungkan.

Galang membalap di ajang Supersport 300 World Championship. Setelah membalap sebagai wildcard di musim lalu, kini dia turun semusim di WSSP300. Pebalap asal Bantul itu memperkuat tim Yamaha MotoX.

Ada delapan seri yang digelar pada musim balap 2018. Enam di antaranya sudah diselesaikan oleh Galang.

Hasilnya cukup memuaskan. Galang memperoleh 52 poin, menduduki peringkat enam klasemen pebalap. Selisihnya dengan lima pebalap di atasnya tak begitu jauh, dia berjarak satu poin dari Dorren Loureiro di poii kelima, tiga poin dari Cott Deroue di posisi keempat, enam poin dri Borja Sanchez, 16 poin dari Luca Grunwald, dan 23 poi dari Ana Carrasco di posisi pertama.

Penampilan Galang paling bagus di musim ini saat membalap di seri Republik Ceko. Saat membalap di Brno pada 10 Juni lalu, dia menjadi pebalap terdepan. Saat balapan menyisakan tiga lap, red flag dikibarkan hingga Galang menjadi pemenang.

"Saat membalap di Brno itu semuanya perfect. Lihat red flag pas balapan tinggal tiga lap itu sampai mukul-mukul tangki. Takut diulang. Sampai paddock langsung dipanggil ke podium, di situ langsung pecah," kata Galang Hendra saat berbincang di kantor detikcom, Selasa (28/8) sore WIB.

Membalap di Eropa sejak awal tahun, Galang pun sudah bertransformasi. Dengan menempati peringkat keenam klasemen pebalap, 19 tahun itu mulai diperhitungkan untuk finis di papan atas WSSP300.

"Saat awal-awal dulu memang seperti tidak ditengok. Belakangan mulai di ajak ngobrol. Beda banget. Sekarang sudah sering mengobrol kalau di lintasan. Tapi kalau balapan ya tak ada rasa segan," kata Galang lagi.

Galang Hendra Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata Dunia Balap EropaFoto: Lucas Aditya/detikcom


Gudheg dan Abon Obat Kangen Rumah

Rasa kangen dengan rumah juga menyerang Galang saat berkompetisi di Eropa. Dia harus tinggal lama di benua biru apalagi saat harus menjalani seri yang berdekatan.




Meski tak mempunyai masalah dengan makanan di Eropa, Galang tetap siap-siap membawa bekal masakan Indonesia.

"Kalau makanan sih tak ada kendala, tapi buat obat kangen saya biasanya bawa gudheg kaleng sama abon. Para mekanik pernah mencoba abon, mereka bilang aneh tapi rasanya enak," Galang mengungkapkan.

"Pulang kemarin juga juga langsung makan gudheg," kata dia lagi.

Tak sekadar makanan, Galang juga memperkenalkan budaya Indonesia dari lintasan balap. Dia membawa blangkon untuk di bagikan ke seluruh tim Motox.

"Sehabis dapat pole di Misano, saya kaget seluruh tim sudah memakai blangkon. Mereka senang banget bisa tahu blangkon," kata Galang.

Dengan pencapaiannya di WSSP300 musim ini, Galang menilanya sudah cukup bagus. "Nilainya 8. Jaraknya dengan peringkat di atas masih sangat ketat. Dengan dua seri yang tersisa ini masih bisa tembus di posisi tiga besar," kata Galang.

Galang akan bertolak lagi ke Eropa pada 11 September mendatang. Dia kan membalap di seri WSSP300 Portugal pada 14 September mendatang, lanjut dengan balapan di Magny Cours dua pekan berikutnya.

"Setelah ini pulang ke Jogja sebentar, bawa bekal gudheg lagi, lalu siap gas pol," kata Galang.





(cas/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed