detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 04 Sep 2018 12:17 WIB

Lewat Ekskul Bulutangkis di SD, Kini Jonatan Christie Pemilik Emas Asian Games

Femi Diah - detikSport
Foto: Rengga Sancaya/detikSport Foto: Rengga Sancaya/detikSport
Jakarta - Jonatan Christie tengah menciptakan panggung dengan meraih medali emas Asian Games 2018. Bermula dari kegiatan ekstra kurikuler di sekolahnya.

Jojo, sapaan karib Jonatan Christie, menuntaskan dahaga Indonesia di tunggal putra Asian Games. Jojo, yang berulang tahun ke-21 pada 15 September itu, mengakhiri penantian emas tunggal putra setelah Taufik Hidayat meraihnya pada 2006 di Doha.

Selain medali emas dari Asian Games 2018, Jojo juga mendapatkan medali perak di nomor beregu putra bersama skuat pelatnas bulutangkis lainnya. Mengalahkan Jepang di semifinal, Indonesia kandas di tangan China pada babak final.




Laju apik Jojo di Asian Games ini tak bakal tercipta jika saja tak ada ekstra kurikuler bulutangkis di SD St Antonius 1. Ya, lewat kegiatan sekolah di SD tersebut, Jojo mengenal bulutangkis untuk kali pertama.

"Iya, pas umur 6 tahun itu aku mulai berlatih badminton. Dari ekskul SD," kata Jojo dalam d'Happening yang ditayangkan detikSport siang ini.

"Jadi, memang sebelum itu belum tahu bulutangkis. Belum tahu pemain top, lokal dan luar negeri," ujar dia.

Sejak mengenal bulutangkis itu, Jojo dirahkan oleh kedua orang tuanya, pasangan Andreas Adi dan Marlanti Djaja, untuk menekuninya.

"Papa dulu atlet bola dan basket, tapi enggak kesampaian karena terhalang nenek. Jadi, kemudian saya didukung banget untuk menjadi atlet. Hingga kemudian bergabung dengan PB Tangkas dan masuk ke pelatnas," ujar dia.

Usai meraih emas Asian Games itu, Jojo mengunjungi sekolah dasarnya. Dia sekaligus memberikan pesan kepada siswa-siswi di sana.


(fem/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com