detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 16 Sep 2018 19:20 WIB

INASGOC Ungkap Rumitnya Mekanisme Pembayaran ke Volunter Hingga Nunggak

Mercy Raya - detikSport
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) mengakui ada tunggakan pembayaran kepada volunter. Rumitnya mekanisme pembayaran jadi faktornya.

Dua pekan setelah Asian Games 2018 rampung digelar tiba-tiba muncul persoalan baru. INASGOC masih menunggak kewajiban berupa uang transport dan uang makan kepada sukarelawan.

Salah satu akun @dimassag_ yang mengaku sebagai volunter Asian Games 20108 mengunggah keluhan kalau uang makan dan transportnya belum dibayar.

Dia juga menandai ketua INASGOC Erick Thohir dan Menpora Imam Nahrawi untuk meminta konfirmasi terkait persoalannya tersebut.


INASGOC Ungkap Mekanisme Pembayaran ke Volunter Hingga NunggakFoto: instagram


Kepala Human Resources and Volunteer INASGOC, Pusparani Hasjim, mengakui masih ada tunggakan uang saku kepada volunter. Sebab, ada sistem absensi. Sementara, prosedur setelah absensi tak kalah banyak dan memakan waktu.




"Untuk pembayaran volunter berdasar absensi mereka. Mereka didata berdasarkan terminnya. Misal, lima hari, maka absensi mereka itu dibawa ke white house (Wisma Serba Guna) untuk dihitung dan dicek, tiga hari kemudian diberikan ke bagian keuangan, KPPN (Kantor Pelayanan Pajak Negara), kemudian dicairkan melalui bank terkait. Tergantung dia (volunter) bagian mana," kata Pusparani saat dikonfirmasi detikSport pada Minggu (16/9/2018).

"Jadi jika dia belum dapat mungkin dia bekerja bukan 18 hari, tapi lebih dari itu. Ada, karena area dan departemennya membutuhkan dia sehingga termin pembayarannya pun lebih dari itu. Malah termin keempat saja baru diserahkan ke kekuangan pada 17 Sepetember ini. Jadi baru nanti cairnya," katanya.

Pusparani juga sekaligus menegaskan bahwa ini bukan keterlambatan. Para sukarelawan disebutnya telah dijelaskan soal sistem pembayaran tersebut. Dia juga melemparkan persoalan ini dengan memprediksi absensi yang telat diberikan oleh departemen masing-masing.

"Mereka sebetulnya tahu mungkin karena mereka tak menyimak saja. Terlambat itu ada saja karena (mungkin) absensi dari departemen. Bukan menyalahkan tapi mungkin ada kesibukannya masing-masing. Begitu sistem keuangannya kami tidak pegang duit sendiri. Tapi jangan kuatir pasti cair karena itu dari bank," dia menjelaskan.

"Gak usah pakai target. Pokoknya, kami selesaikan. Anak-anak sebenarnya sudah tahu. Itu cuma satu dua," katanya tanpa menjelaskan detail berapa jumlah volunter yang saat ini belum menerima pembayarannya.

Pemberian uang saku kepada volunter Asian Games 2018 sempat menuai pro dan kontra. Ada yang berpendapat sukarelawan Asian Games layak mendapatkan usang saku sedangkan sebagian tak menyetujuinya. Pada pelaksanaannya INASGOC memutuskan untuk memberikan uang saku kepada volunter sebesar Rp 300 ribu per hari.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed