detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 22 Sep 2018 09:48 WIB

Fadli Soal Dukungan Masyarakat: Bikin Semangat Sampai Naikkan Adrenalin

Mercy Raya - detikSport
Pebalap paracycling Indonesia Muhammad Fadli (Agung Pambudhy/detikSport) Pebalap paracycling Indonesia Muhammad Fadli (Agung Pambudhy/detikSport)
Solo - Muhammad Fadli berharap masyarakat mendukung penuh atlet Indonesia di Asian Para Games 2018 agar mampu meraih prestasi terbaik. Sebab dukungan itu dirasa penting bagi seorang atlet.

Asian Para Games akan berlangsung 6 sampai 13 Oktober 2018 di Jakarta. Meski sampai saat ini sosialisasi multievent atlet penyandang disabilitas itu belum sepenuhnya maksimal, namun ada harapan masyarakat tidak lupa mendukung.

Harapan itu muncul dari atlet paracycling Muhammad Fadli Immamuddin. Baginya, sokongan dukungan masyarakat yang datang langsung ke venue sangat penting dalam membakar semangat atlet saat bertanding. Apalagi di rumah sendiri.





"Banyak yang mendukung saya malah senang. Istilahnya dengan banyak dukungan mereka mentransfer semangat mereka buat kita ya," kata Fadli kepada detikSport saat ditemui di Stadion Manahan Solo, Jumat (21/8/2018).

Fadli yang memungkiri terkadang ada beban ketika ditonton banyak orang. Namun semua kembali lagi bagaimana si atlet bisa melawan dirinya sendiri.

"Jadi ya harus kami siapkan sebaik mungkin. Ambil positif terbaiknya ya. Beda halnya ketika bertanding di negeri orang dengan teriak mendukung atletnya, kita (memang) jadi kecil karena kita kalah dukungan. Jadi jangan sampai karena banyak dukungan malah jadi beban. Harus malah tambah semangat lagi," sambungnya.

Fadli sendiri di pelatnas merupakan salah satu atlet paling senior. Dia bergabung saat paracycling sedang dikembangkan. Sementara atlet lainnya hampir merupakan atlet baru atau dari cabang lain.




Karena statusnya itu pula Fadli hampir selalu menjadi teman curhat rekan-rekannya yang tengah dilanda kegugupan atau masalah.

"Ya saya sering sharring bahwa pada setiap pertandingan apapun pasti nervous. Enggak mungkin enggak. Tapi bagaimana caranya nervous itu dijadikan adrenaline. Karena tanpa nervous kita tak punya target dan kalau kita merasa diri kita nervous, seratus peserta lainnya juga merasakan apa yang kita alami."

"Jadi lintasannya sama, nervous sama, tapi mental yang berbeda. Itu yang selalu saya bilang ke teman-teman. Jadi yang bisa memundurkan kita adalah mental kita sendiri."

"Jadi jangan sampai. Buang jauh-jauh masalah pribadi, profesional dulu, lebih pada fokus 4 hari atau 5 hari event, 8 sampai 13 Oktober. Jadi fokus itu. Ya kalau bisa matikan handphone di lima hari itu. Jadi enggak intervensi dari luar," tegasnya.





(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed