Uniknya Medali Asian Para Games

Mercy Raya - Sport
Jumat, 05 Okt 2018 17:35 WIB
Medali Asian Para Games 2018 (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Panitia Pelaksana INAPGOC secara resmi mengenalkan medali Asian Para Games 2018. Didesain unik karena harus bisa mengakomodasi disabilitas atlet.

Perkenalan medali Asian Para Games itu dilakukan oleh Direktur Sport, Fanny Riawan, di GBK Arena pada Jumat (5/10/2018). Sesuai peringkat, tiga medali dirilis; emas, perak, dan perunggu.

Fanny menyebut medali itu didesain dengan mengintip medali Paralimpaide 2016 Rio de Janeiro. Selain itu, INAPGOC berkonsultasi dengan Wakil Sekretaris Jenderal INAPGOC Ferry Kono, CEO Asian Paralympic Committee Tarek Souei, dan peraih medali perunggu cabang angkat berat Olimpiade Rio Ni Nengah Widiasih.



"Kami diberi tantangan oleh APC untuk mendesain yang sama seperti paralimpiade. Beruntung, kami mempunyai atlet yang meraih perunggu di paralimpiade Rio. Sehingga, kami berangkat ke Bali dan meminjam medali tersebut," kata Fanny.

Merujuk medali milik Ni Nengah, INAPGOC membuat medali yang cukup unik. Selain menonjolkan nama event dan logo Asian Para Games 2018, medali dilengkapi bola-bola kecil agar menimbulkan suara. Itu untuk mengakomodasi tunanetra.

"Awalnya, kami kaget dengan desain medalinya karena ada bunyi di dalamnya. Lalu kami lihat di youtube cara produksinya, oh ternyata seperti itu," kata Fanny.

"Sebetulnya, pembuatan tak terlalu lama. Sekitar empat bulan, tapi yang menarik bagaimana pembuatan ini desain A, B, sampai finalnya cukup detail medalinya," ujarnya.

Fanny menjelaskan medali terbuat dari besi solid dilapisi emas. Sementara, di bagian dalam medali terdiri dari sejumlah bola-bola kecil.

Untuk medali emas terdiri 26 bola kecil di bagian dalam medali, sementara medali perak 22 bola kecil, dan medali perunggu 16 bola kecil.

Selain itu, pada tampilan medali tersebut terdapat logo Asian Paralympic Committee yang dikelilingi logo Asian Para Games. Juga bertuliskan Inspiring Spirit and Energy of Asia.




(mcy/fem)