Upacara pembukaan Asian Para Games 2018 digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/10/2018). Acara berlangsung meriah.
Mengusung tema We Are One, Asian Para Games 2018 ditekankan untuk bisa mengajak masyarakat lebih menghargai perbedaan, terutama fisik yang menjadi inti dari event ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya, Okto, menegaskan Asian Para Games 2018 akan berusaha kembali menegakkan semangat Pancasila, dasar negara yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia.
"Indonesia adalah negara besar, sebuah negara dengan 17.000 pulau dan 263 juta populasi - dimana 30 juta diantaranya adalah penyandang disabilitas. Sebagai sebuah bangsa, Kami lahir dari perjuangan yang dirintis oleh para "founding fathers" dan para pahlawan yang berguguran demi menjaga bendera merah putih agar tetap berkibar," katanya.
"Kami lahir dari suku-suku yg berbeda, agama yang berbeda, ras yang berbeda berbagai golongan dan banyak lagi perbedaan lain, termasuk para anggota keluarga besar bangsa kami yang berkebutuhan khusus. Semua perbedaan itulah yang justru membuat negara kami menjadi besar Bhineka tunggal ika, Karena walaupun kami berbeda-beda, tetapi kami tetap satu...Indonesia."
"Pancasila mengajarkan kami tentang kemanusiaan yang adil dan berada dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia / dengan semangat persatuan indonesia itulah semangat yang kami pilih sebagai tema upacara pembukaan ini... we are one," jelasnya.
Upacara pembukaan Asian Para Games 2018 akhirnya secara resmi dibuka. Presiden Joko Widodo yang menyatakan perlombaan sejak 6 Oktober hingga 13 Oktober ini resmi digelar. (yna/cas)











































