detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 07 Okt 2018 18:39 WIB

Istora Bergoyang karena Meraih Bintang, Terharu dengan Aksi Atlet Disabilitas

Mercy Raya - detikSport
Istora dipenuhi fans bulutangkis. (Agung Pambudhy/detikSport) Istora dipenuhi fans bulutangkis. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Theme song Asian Games 2018 menggema di Istora Gelora Bung Karno (GBK) saat Asian Para Games 2018. Penonton dibawa lagi ke pesta olahraga pada Agustus.

Bertanding di Istora, Minggu (7/10/2018), para-badminton Indonesia menghadapi Timnas Malaysia. Laga diminati penonton hingga sekitar 1.500 orang hadir yang di antaranya anak-anak sekolah.

Memasuki nomor ganda putra, Indonesia yang sempat tertinggal di game pertama mendapat sokongan lebih dari suporternya.




Mereka tak hanya berseru memberi semangat, tapi juga menyanyikan lagu theme song Asian Games 'Meraih Bintang' yang dinyanyikan Via Vallen.

'Setiap saat setiap waktu, keringat basahi tubuh. Ini saat yang ku tunggu. Hari ini ku buktikan. Ku yakin akan menang. Yo..yo..ayo' Lagu itu lah yang mereka nyanyikan berulang-ulang.

"Tadi itu saya ikut-ikut saja nyanyi karena yang tahu itu saja. Lagu Asian Para Games? Enggak tahu," kata Alvin Faiz, 14 tahun.

Alvin merupakan satu dari 105 murid yang hadir di pertandingan final para bulutangkis. Dia merupakan murid dari SMP Negeri 29 di Kebayoran Baru, Jakarta.

"Saya tahu Asian Para Games dari televisi. Tadi pas nonton dapat pelajaran banyak dari pantang menyerah mereka," kata fans dari atlet para-badminton Fredy Setiawan itu.

Sementara itu, Shafyallali, merupakan guru bahasa Inggris dari SMP Negeri 29, Kebayoran Baru, mengungkapkan sekolahnya memang menginstruksikan untuk membawa murid-muridnya hadir langsung melihat Asian Para Games.




"Kami tiba di sini sejak pagi tadi. Kemarin 105 murid, hari ini jumlahnya juga sama, dan besok juga. Jadi kelas 7 sampai 9," dia mengungkapkan.

"Subhanallah ini Asian Para Games. Saya memang ingin mengajarkan kepada anak-anak mereka yang memiliki disabilitas saja bisa berprestasi masa kita yang sempurna tidak bisa. Banyak pelajaran lah," dia berharap.




(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com