detiksport
Follow detikSport
Rabu, 10 Okt 2018 23:40 WIB

Karena Guide Runner Juga Atlet

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/Detikcom Foto: Mercy Raya/Detikcom
Jakarta - Pelari Abdul Halim Dalimunte sukses meraih medali perak di Asian Para Games 2018. Keberhasilannya turut didukung penuh oleh guide runner, Ahmad Azlan.

Ya, Halim merupakan atlet 100 meter tuna netra. Kedua kakinya masih kuat berlari kendati usianya menginjak 34 tahun. Namun kedua matanya tak mampu melihat. Ketika berlari dia membutuhkan pendamping untuk bisa mengarahkan kakinya bergerak cepat, berlari.

Adalah Azlan yang sejak 2013 sudah berada di samping Halim untuk siap membantunya.

"Sebenarnya saya sudah bersama sejak 2013. Tapi sempat vakum satu tahun karena saya juga adalah atlet biasa. Dulu pelatnas juga kemudian keluar ikut mas Halim ini," kata Azlan.

"Keluarnya itu waktu sebelum ASEAN Para Games Malaysia saya kan dipanggil pelatnas. Sudah pemusatan satu bulan kemudian dipanggil oleh pelatih Slamet Widodo untuk guide mas Halim lagi. Dari sana saya kembali ke Solo dan menjalankan tugas tersebut," tuturnya.




Azlan mengatakan tidak ada alasan khusus dia menerima tawaran pelatih, selain keinginan untuk membantu rekannya tersebut.

"Ya, bagaimana ya. Ingin membantu saja, rasa ingin menolong untuk berprestasi di tingkat internasional dan dunia."

Maka tak heran untuk masalah kekompakan keduanya sudah tidak diragukan lagi. Malah mereka saling memotivasi sama lain terutama ketika salah satunya gugup.

"Kami kan sudah lama (bersama). Jadi masalah bangun chemistry itu tidak terlalu. Tinggal menjalani program bareng terus, latihan juga bareng. Tidak ada perlakukan khusus," dia mengungkapkan.

"Nah, biasanya jika ada yang gugup ya saling melengkapi, saling mendukung. 'Sudah tidak usah gugup' Yang penting terbuka saja satu sama lain".




Kondisi itu bahkan baru dialaminya saat pertandingan final 100 meter T11 atau tuna netra putra yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SU GBK) Senayan, Rabu (10/10/2018). Azlan mengungkap Halim begitu gugup ketika akan memulai pertandingan.

"Udah tidak usah tegang. Anggap saja seperti latihan. Kan sudah biasa bertemu," kata Azlan menghilangkan rasa gugup rekannya.

Tantangan lain adalah Azlan dituntut untuk lebih cepat berlari ketimbang pelari utamanya. "Sebab jika kecepatan larinya sama waktu terbaiknya tak akan dapat. Saya itu menarik jadi harus lebih cepat saya," ujarnya.

Namun, Azlan bukan lah satu-satunya guide runner untuk Halim. NPC atletik juga menyiapkan cadangan pedamping jika sewaktu-waktu Azlan sakit atau memiliki program lainnya.

Azlan pun berharap masalah apresiasi bisa diberikan sama dengan atlet.

"Mohon supaya disamakan saja (bonus) dengan atlet karena kan sama lari. Seperti tim," harap dia.




Saksikan juga video 'Tiga Srikandi Indonesia Raih Medali Lari 100 Meter':

[Gambas:Video 20detik]

(mcy/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed