detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 11 Okt 2018 13:53 WIB

One on One

Tangan Kanan Layu, Tryagus Sempat Kesulitan Kuasai Sepeda Balap

Mercy Raya - detikSport
Atlet paracycling Tryagus Arief Rachman mengandalkan tangan krii untuk balap sepeda. (Agung Pambudhy/detikSport) Atlet paracycling Tryagus Arief Rachman mengandalkan tangan krii untuk balap sepeda. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Tryagus Arief Rachman sempat hampir menyerah saat menekuni balap sepeda. Tangan kanannya yang layu membuatnya kesulitan menguasai setang sepeda.

Tryagus menjadi salah satu wakil Indonesia di balap sepeda Asian Para Games 2018. Dia diturunkan di nomor 1000 meter sprint dan 3000 meter pursuit.

Asian Para Games, yang bergulir 6-13 Oktober di Jakarta, ini menjadi debutnya. Dia bangga bukan main.




"Iya ini menjadi debut saya di Asian Para Games. Pertama kali masuk Timnas, saya bangga. enggak menyangka," kata Agus dalam One on One detikSport.

Apalagi, Agus sempat ragu untuk menekuni balap sepeda trek. Dia kesulitan menguasai sepeda.

"Saat pertama kali kali ikut balap sepeda sudah ragu, karena saya pegang sepeda balap itu baru ini. Dulu biasa pegang sepeda BMX. Sementara, sekarang, pegang sepeda balap; model beda, pegangan setang juga beda," dia menjelaskan.

"Kan tangan kanan saya tidak berfungsi, agak layu. Jadi, dipegangnya tangan kiri. Jadi agak kagok dan keseimbangannya kurang. Tapi, lama-lama ya terbiasa lah," tutur dia.

Untuk memudahkan menguasai setang sepeda, Agus memodifikasi setang. Dia menambah dudukan untuk tangannya.

"Selama ini latihan keseimbangan masih dilatih terus. Kalau saya dititikberatkan pada tangan. Kalau tangan menggantung begini, ke sepeda pengaruh banget. Jadi biasanya sepeda saya kasih alat seperti krek-krekan. Itu ditaruh di setang, makanya tangannya bisa diam. Kalau tidak kayak gitu, tangan saya kena kaki. itu pengaruh banget dan buat malah tidak fokus," Agus menjelaskan.

"Adaptasinya lumayan, sekitar dua sampai tiga bulan. Jadi, sudah kebiasaan. Kalau awal jalannya makin tinggi dan jadi kagok," tutur dia.







Tonton juga 'Jadi Pramugari, Mimpi Terpendam Yanti Atlet Para Cycling':

[Gambas:Video 20detik]

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed