detiksport
Follow detikSport
Kamis, 11 Okt 2018 14:09 WIB

Asian Para Games

Tanpa Emas di Road Race, PB ISSI Masih Pede Sumbang Dua Emas

Amalia Dwi Septi - detikSport
Andrian Dani (depan) bersama Nur Fendi saat tampil di balap sepeda perorangan Asian Para Games 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/10). (Crack Palinggi/INAPGOC) Andrian Dani (depan) bersama Nur Fendi saat tampil di balap sepeda perorangan Asian Para Games 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (8/10). (Crack Palinggi/INAPGOC)
Jakarta - Ketua INAPGOC sekaligus PB ISSI, Raja Sapta Oktohari, optimistis balap sepeda meraih dua medali emas di Asian Para Games 2018. Dari mana saja?

Balap sepeda telah menyelesaikan nomor-nomor road race. Indonesia kebagian empat perak dan enam perunggu.

Mulai hari ini, Kamsi (11/10), balap sepeda memasuki persaingan nomor-nomor trek yang digeber di Velodrome, Rawamangun, Jakarta. Seberapa optimistis PB ISS meraih medali emas?




"Tahun ini adalah tahun yang paling luar biasa untuk ICF, atau Indonesia Cycling Federation. Bukan hanya di Asian Games, di situ kami dapet dua emas, satu perak, dan dua perunggu setelah 56 tahun kami dapat emas lagi. Setelah Asian Games, kami di Asia Cup yang di India dapat empat emas, Thailand enam emas, di Malaysia ini dua emas, masih berlangsung. Dan kmaren di Paracycling Sentul dapat empat perak dan enam perunggu. Dan di sini, perasaan saya kami dapat medali lagi," ujar Okto kepada pewarta.

"Kami tidak pernah bikin target, tapi kita menargetkan dua emas di para-cycling. Harapannya satu dari road, satu dari trek, tapi kan kami harus rasional juga. Target itu kalau di kami bukan hukuman, target itu seperti cita-cita," kata dia.

"Kalau di Asian Games, target PB ISSI itu empat emas, kenapa? Karena ada empat disiplin; trek, road, BMX, dan mountain bike. Karena ada empat disiplin, empat-empatnya harus emas. Karena target itu tidak boleh tanggung, target bukan perunggu atau perak, target itu harus tinggi. Kalau ada platinum, target kita platinum sekalian. Target bukan hukuman, bagi kami, target adalah tujuan akhir dari perjuangan, tapi tetap harus rasional, sama kayak kasus Fadli kemarin," katanya.







Tonton juga 'Kisah Hidup Fadli, dari Balap Motor ke Para Cycling':

[Gambas:Video 20detik]

(ads/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed