detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 11 Okt 2018 22:39 WIB

One on One

Tryagus Memulai dari Sepakbola, Kini Betah di Balap Sepeda

Mercy Raya - detikSport
Tryagus Arief Rachman mengandalkan tangan kiri untuk mengendalikan sepeda.  (Agung Pambudhy/detikSport) Tryagus Arief Rachman mengandalkan tangan kiri untuk mengendalikan sepeda. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Tryagus Arief Rachman mengawali pelatnas bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dengan timnas sepakbola. Kini, dia bergabung dengan balap sepeda.

Agus membuka jalan ke pelatnas sepakbola disabilitas lewat ajakan pelatih Fadillah Umar. Itu sekitar enam tahun lalu.

"Dulu saya masuknya di sepakbola. Nah, di Asia tak ada sepakbola makanya saya diminta coba sepeda. Saat itu, saya bilang bismilah, coba saja. Alhamdullilah abis seleknas satu bulan dapat panggilan masuk. Pak Umar itu juga sebagai general manajer paracycling," kata Agus dalam One on One detikSport.



Agus merupakan pebalap sepeda tunadaksa. Tangan kanan pemuda kelahirab Jepara, 3 Agustus 1990 itu, layu. Saat memegang setang, dia perlu alat bantu.

Selama menjalani pelatans balap sepeda, Agus bisa menikmati. Dia menilai balap sepeda lebih asyik. Selain dinamis, temannya bertambah banyak.

"Kalau bola geraknya semua badan, di sepeda yang terpenting gerak kaki. Kalau di sepeda goyang badan itu pengaruh banget. Jadi badan harus tenang, kaki gerak. Kalau itu bisa maka sepeda bisa anteng begitu," tutur Agus.

"Kalau lebih enak mana, saya sih lebih senang bersepeda karena tidak bosan, tidak melihat itu-itu saja, bisa jalan kemana-mana bersama teman-teman di Solo, komunitasnya banyak, ramai," dia menegaskan.

Agus akan tampil di Asian Para Games 2018. Balap sepeda belum meraih medali emas sampai saat ini.




Sepakbola sudah dikenal Agus sejak masih anak-anak. Dia bahkan menjadi bagian tim sepakbola sekolah SMA, juga bermain antarkampung.

"Waktu ikut tim normal, ya sempat dipandang sebelah mata, tapi tidak apa-apa," ujar dia.

Dengan ajakan Umar itu, Agus pun menjajal tim sepakbola disabilitas. Bersama NPC Indonesia, Agus mengukir juara ASEAN Para Games 2017 Kuala Lumpur.

"Sama, sebelumnya, saya ikut Peparnas 2016 Jawa Barat dapat medali emas," kata Agus.

Sudah berprestasi di sepakbola kok malah pindah balap sepeda?

"Sayang sih. Cuma bagaimana saya merasa bergabung di olahraga difabel harus bisa multitalent. Berpeluang di mana, ambil. Tapi, ternyata balap sepeda juga menyenangkan," kata dia.




(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed