detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 12 Okt 2018 21:55 WIB

'Karena Pelatih Bilang Syuci Berenangnya Harus Cepat, Cepat, Cepat'

Femi Diah - detikSport
Syuci Indriani pada final 100m Breaststroke SB14 putri Asian Para Games 2018 di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2018). (Herka Yanis Pangaribowo/INAPGOC) Syuci Indriani pada final 100m Breaststroke SB14 putri Asian Para Games 2018 di Stadion Akuatik, Senayan, Jakarta, Senin (8/9/2018). (Herka Yanis Pangaribowo/INAPGOC)
Jakarta - Perenang tunagrahita, Syuci Indriani, kembali meraih medali emas di Asian Para Games 2018. Dia mengikuti instruksi pelatih agar berenang secepat-cepatnya.

Dalam final 200 meter gaya ganti putri SM14 di Stadion Akuatik, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (12/10), Syuci finis terdepan. Dia mencatatkan waktu 2 menit dan 36,32 detik untuk menyelesaikan lintasan.

Perenang Hong Kong, Chan Yui Lam, membuntuti di urutan kedua. Yui Lam membukukan waktu 2 menit dan 37,01 detik. Sementara, perunggu menjadi milik Mami Inoue dari Jepang dengan catatan waktu 2 meniit dan 37.41 detik.



Syuci seorang perenang dengan IQ 75 itu bersyukur dengan capaiannya. Dia bisa mengoleksi emas dengan percaya kepada pelatih sepenuhnya.

"Alhamdullilah sangat bersyukur. Sudah all out dan ini lah hasilnya. Harus percaya diri. Pelatih bilang, Syuci berenangnya jangan ngawur, cepat, cepat, cepat. Emas kedua ini untuk rakyat Indonesia," kata Syuci kepada pewarta.

"Enggak sempat telepon orang tua karena handphone disita, harus fokus. Tapi orang tua dateng, tadi ikut bersorak. Terima kasih teman-teman sudah dukung Syuci, ini hasilnya. Sudah tercapai, alhamdullilah," dia menegaskan.




(fem/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed