detiksport
Follow detikSport
Selasa, 23 Okt 2018 16:05 WIB

Triyatno Dongkrak Pede Jelang Kejuaraan Dunia

Mercy Raya - detikSport
Foto: Agung Pambudhy/detikSport Foto: Agung Pambudhy/detikSport
Jakarta - Lifter andalan Indonesia, Triyatno, tengah membangun kepercayaan diri jelang bergulirnya Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2018. Triyatno baru mulai fokus persiapan di pekan ini.

Persiapan Tri, panggilan karib Triyatno, menuju Kejuaraan Dunia terkendala krisis kepercayaan diri. Dia masih trauma menyusul kegagalan di Asian Games 2018 yang berakhir 2 September.

Di Asian Games 2018, lifter berusia 29 tahun ini, sejatinya berpeluang mengamankan medali di kelas 69 kg cabang angkat besi di Hall A JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, namun gagal lantaran ada miskomunikasi saat perlombaan antara dirinya dan pelatih.




Situasi ini sempat membuatnya galau sampai beberapa pekan. Triyatno bahkan belum bisa optimal dalam menjalani latihan di pekan-pekan pertama pelatnas angkat besi digulirkan. Padahal Kejuaraan Dunia akan bergulir awal November mendatang, artinya lebih dari sepekan lagi.

"Sebenarnya sekarang sudah biasa. Cuma jika ingat (Asian Games) suka sedih. Kalau sudah begitu melimpahkannya ke angkatan," kata peraih medali perunggu Olimpiade 2008 Beijing dan perak di Olimpiade 2012 London ini.

Sejauh ini angkatan snatch Tri sudah pernah menembus 142 kg dan 190 kg untuk clean and jerk. Angkatan maksimal itu dia ciptakan selama persiapan Kejuaraan ini.

"Itu pernah kena. Tapi mungkin karena masih sisa-sisa Asian Games kemarin jadi pelampiasannya ke sana," ujar dia.

"Sekarang makanya lebih fokus dan berusaha pekan ini masuk angkatan lagi. Minimal snatch 140 kg dan clean and jerknya 180 kg, karena rencana angkatan awalnya segitu saat tanding," dia menambahkan.

Soal kepercayaan kepada pelatih, Triyatno, saat juga berupaya untuk mengembalikannya. Caranya, dengan memaksimalkan di latihan.

"Saat ini kepercayaan saya dengan pelatih masih kurang. Tapi mau tak mau harus memupuk untuk mengembalikan itu. Caranya dengan optimalkan latihannya. Sekarang kan aturan perhitungan poinnya tak lagi melalui negara tapi masing-masing lifter. Ya, semoga tahun ini bisa, kemudian tahun depan juga ambil poin lagi," dia mengharapkan.




(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed