detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 31 Okt 2018 19:43 WIB

Ketika Atlet Dibuat Gugup dengan Soal Tes CPNS

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Sebanyak 198 atlet berprestasi mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di gedung PPPON, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (31/10/2018). Beberapa dari mereka gugup lantaran sudah lama tak baca buku.

Atlet-atlet nasional berseragam saat hadir di PPPON tadi pagi. Mereka mengenakan kemeja putih dipadu rok atau celana hitam, meninggalkan jersey dan kostum pertandingan.

Mereka juga tidak bersama peralatan dan perlengkapan perlombaan. Tidak ada busur panah, senapan, bola, raket, ataupun pedang dan toya.

Pagi tadi, mereka membawa alat tulis. Mereka berjibaku dengan kertas.

"Mereka lebih tegang dibanding ketika akan bertanding. Mungkin karena mereka sudah lama sekali tidak baca soal-soal kewarganegaraan, soal pancasila, wawasan kebangsaan dan sejarah. Mereka sudah beradaptasi dengan suasana baru," kata menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

"Tapi saya kira ini adalah pelaksanaan dari undang-undang semua harus dilalui, baik seleksi administrasi ataupun tes Computer Assisted Test (CAT). Itu tetap (harus) dilakukan karena apapun sebagai calon Aparatur Sipil Negara (ASN), harus penuhi prasyarat seperti itu. Meskipun ada kelonggaran karena mereka ini ibaratnya jalur khusus, jalan tol karena prestasinya, maka akan ada pengecualian," dia menjelaskan.




Rupanya, mereka tengah menjalani tes CPNS. Sebagai apresiasi peraih medali emas SEA Games 2017.

Sulit memang, juga deg-degan, namun mereka menatap kertas itu dengan bungah. Jika lulus, setidaknya, mereka tak lagi pusing setelah pensiun dari atlet nanti.

Satu di antara atlet yang mengikuti tes tersebut Eki Febri Ekawati. Peraih medali emas SEA Games 2017 Malaysia itu menjalani tes keduanya, Tes Kompetensi Dasar (TKD) seleksi CPNS formasi khusus olahragawan berprestasi, Kemenpora.

"Ini tes kedua. Dua pekan lalu tes wawancara sudah sekarang ini tes TKD. Jadi rasanya sudah lama tak ujian lagi gimana kan, biasa di lapangan kan," kata Eki usai menjalani tes.

Sebelum menjalani tes, Eki mengaku telah mempelajari beberapa pengetahuan dasar. Bahkan di dalam tesnya ada buku panduan lolos tes CPNS.

"Ya, ini berkaitan dengan pengetahuan kita juga. umayan lah tadi. Tadi passing grade saya lumayan tinggi dibanding yang lain. Kalau yang lainnya poinnya rata-rata 280, saya capai 300-an," tuturnya semringah.

"Inginnya lebih tinggi. Tapi susah juga. Walau begitu ada lah yang dipelajari masuk di dalam soal tadi. Paling susah tadi matematika," ujar dia.

Pengalaman yang sama dialami atlet peraih medali emas Asian Para Games 2018 Jendi Pangabean. Meski mengaku tak gugup dia sempat kesulitan menjawab soal.

"Tidak gugup, kami sudah biasa. Ini juga formalitas saja tapi harus tes, rileks saja sih," kata Jendi

"Persiapan ada, tapi tidak banyak. Persiapan sedikit-sedikit baca caranya. Kan tidak mungkin belajar semua," dia menambahkan.

Jendi berfokus asal lulus dari ujian itu, Dia tak terganggu dengan penempatan setelah menjadi PNS nantinya.

"Ini semua akan ditempatkan di Kemenpora. Kalau nanti selesai jadi atlet, mungkin nanti mau ke mana, ditempatkan di mana bisa juga. Sekarang saya belum ada rencana untuk pindah ke daerah, masih fokus di sini dulu," kata Jendi.


(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed