detiksport
Follow detikSport
Kamis, 08 Nov 2018 15:15 WIB

Setelah Eko Yuli Juara Dunia, Menpora Imam Kawal Pelatnas Jangka Panjang

Ray Jordan - detikSport
Foto: Dok. Humas Kemenpora Foto: Dok. Humas Kemenpora
Jakarta - Sukses Eko Yuli Irawan membawa imbas positif terhadap pembinaan olahraga Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk mengawal pelatnas jangka panjang.

Eko baru saja mencatatkan diri sebagai juara dunia angkat besi di kelas 61 kg putra. Dia sekaligus memecahkan rekor dunia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Turkmenistan pada 3 November.

Sukses itu menjadi lanjutan keberhasilan Eko di Asian Games 2018 Jakarta. Atlet angkat besi 29 tahun itu juga meraih emas di pesta olahraga negara se-Asia tersebut.




Usai Asian Games, Eko dan lifter lain beristirahat sepekan, kemudian melanjutkan latihan menuju Kejuaraan Dunia Angkat Besi itu. Ajang tersebut menjadi fokus PB PABBSI karena menjadi salah satu pengumpulan poin ke Olimpiade 2020 Tokyo.

Atas sukses lifter asal Lampung, yang juga mencatatkan namanya sebagai juara dunia junior pada 2007 itu, diapresiasi oleh pemerintah. Dia diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (8/11).

Sukses Eko diparesiasi pemerintah dengan bonus dari Presiden senilai Rp 250 juta dan Kemenpora Rp 200 juta. Pelatih kecipratan bonus sneilai Rp 100 juta.

Keberhasilan itu juga membawa efek domino kepada cabang olahraga lain. Imam mengingatkan agar pelatnas cabang olahraga yang akan tampil di Olimpaide 2020 Tokyo jalan terus.

"Pak Presiden menerima kami, Ketua Umum PB PABBSI Rosan Roeslani, dan Pak Eko. Beliau betul-betul mengapresiasi dan akan terus men-support olahraga olimpiade untuk persiapan Tokyo 2020. Salah satu yang jadi konsen beliau adalah bagaimana pelatnas itu tak boleh berhenti harus jangka panjang," kata Imam kepada pewarta di Istana.





"Dan ini dibuktikan dengan prestasi PB PABBSI dengan mengantar pak Eko sebagai juara dunia dan bahkan ini memecah rekor dunia di kelas 61 kg itu karena pembinaan pelatihan pengawasan, sampai pada soal pemenuhan kebutuhan terkecil seperi nutrisi gizi, psikologi, dan sebagainya diperhatikan dengan baik dalam waktu jangka panjang. Jadi setelah asian games kemarin alhamdulillah tidak berhenti, sampai sekarang pecah rekor dunia," ujar politisi PKB itu.

"Yang kedua, Bapak Presiden mengapresiasi kepada para juara dunia tadi juga disampaikan ada bonus khusus selain dari PABBSI ini, pak Rosan pasti nanti ada bonus tersendiri. Pak Presiden berikan bonus Rp 250 juta untuk pak eko biar langsung masuk Pak Eko. Kami pun Kemenpora juga akan memberikan bonus sekitar Rp 200 juta," Imam menjelaskan.


(jor/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed