detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 12 Nov 2018 23:02 WIB

PASI Prioritaskan Peraih Medali Asian Games Menuju Olimpiade

Mercy Raya - detikSport
Foto: Dwi Oblo/ANTARA FOTO/INASGOC Foto: Dwi Oblo/ANTARA FOTO/INASGOC
Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) menerima keputusan pemerintah yang hanya mendukung nomor tertentu menuju kualifikasi Olimpiade. Namun mereka butuh sparring partner.

Menuju kualifikasi olimpiade, Kemenpora menentukan 96 nomor yang dianggap berpeluang lolos Olimpiade 2020 di Tokyo. Di antara nomor-nomor itu dari cabang atletik.

Wakil Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PASI, Mustara Musa, mengatakan nomor penyumbang medali Asian Games menjadi prioritas untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade.

Mereka adalah nomor tim estafet 4 x 100 meter putra (Lalu Muhammad Zohri dkk), lompat jauh putra (Sapwaturrahman), dan nomor lari gawang putri (Emilia Nova).


"Sebetulnya kami sudah melakukan pelatnas sesuai number of event. Cuma terkadang pemerintah seolah-olah atlet ini tak butuh sparring partner, padahal tidak seperti itu," kata Mustara kepada detikSport, Senin (12/11/2018).

Dia mencontohkan tim estafet putra. Meski yang berlaga hanya empat atlet tapi dalam prosesnya dibutuhkan minimal enam atlet sebagai cadangan. Ini sempat terjadi saat di Asian Games 2018. Saat itu pelatih memutuskan untuk memarkir Yaspi Boby dan menggantinya dengan Bayu Kertanegara karena dianggap paling berpeluang. Hal itu pun benar terbukti.


"Nah, ini di nomor lompat jauh putra dan 100 meter gawang putri harapannya sama. Atlet ini kan perlu namanya persaingan di setiap sesi latihan. Jangan misalnya hanya Lalu Muhammad Zohri saja, tidak bisa seperti itu," ujarnya menambahkan.

PASI, dijelaskan Mustara, sejatinya tidak terlalu mengkhawatirkan jumlah stok yang mereka miliki. Sebab, selama ini federasi juga terus melakukan pelatnas jangka panjang yang dibiayai secara swadaya.

"Artinya, pemerintah mampunya berapa? sisanya federasi yang menampung. Kami ingin mendukung program pemerintah tapi prinsip kami sudah menyiapkan," tuturnya.

PASI juga tak ingin terburu-buru mengajukan jumlah atlet hanya karena untuk kualifikasi olimpiade. Mereka ingin mematangkan dulu dari sisi kepelatihannya.

"Kami sudah memanggil kembali konsultan atletik Harry Marra sebagai langkah awal. Dia sudah tiga hari berada di Jakarta, sedang melaksanakan workshop di Stadion Madya. Kami (juga) tidak ingin ujug-ujug meloloskan. Kami harus mematangkannya. Misalnya, pemerintahnya mendukung atau tidak, fasilitas bisa dipakai atau enggak (karena dipakai bola juga)," ia menjelaskan.


Saksikan juga video 'Atlet Senior Indonesia Bakal Absen di SEA Games 2019':

[Gambas:Video 20detik]


PASI Prioritaskan Peraih Medali Asian Games Menuju Olimpiade
(mcy/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed