detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 28 Nov 2018 16:05 WIB

Proliga 2019 Tekan Biaya Penyelenggaraan: Start dan Finis di Yogyakarta

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Proliga 2019 resmi diluncurkan. Kompetisi bola voli yang kasta teratas Tanah Air itu dimulai dan diakhiri di Yogyakarta.

Proliga 2019 tak diminati oleh banyak klub. Proliga kali ini diikuti lima tim putri dan enam tim putra dengan digelar mulai 7 Desember 2018 hingga 24 Februari 2019.

Kali ini, Proliga melewati delapan kota berbeda. Seri pertama dan final digelar di kota yang sama, Yogyakarta. Seri pembuka dihelat di GOR Amongrogo, mulai 7-9 Desember 2018. Sementara, grandfinal digeber pada 24 Februari 2019.

Kota lainnya yang akan menjadi tempat pelaksanaan Proliga 2019 antara lain GOR Tridharma Gresik (14-16 Desember 2018), GOR C'Tra Arena Bandung (21-23 Desember 2018), itu untuk putaran pertama.




Kemudian berlanjut dengan putaran kedua di Gedung PSCC Palembang (11-13 Januari 2019), GOR Bulutangkis Pekanbaru (18-20 Januari 2019), dan GOR Sritex Arena (25-27 Januari 2019). Dan kemudian dilanjutkan dengan final four pertama di GOR Joyoboyo Kediri (8-10 Februari 2019), final four kedua di GOR Ken Arok Malang (15-17 Februari 2019), serta ditutup grand final di GOR Amongrogo (23 dan 24 Februari 2019).

Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty, menyatakan, alasan memilih Yogyakarta sebagai pembuka karena selain melihat animo masyarakat juga kapasitas dari gedung cukup besar yakni menampung tujuh ribu penonton.

"Jumlah itu termasuk yang paling besar di Indonesia. Sebenarnya masih ada satu venue lain di Semarang malah kapasitasnya capai 10 ribu tapi sudah tiga tahun direnovasi sampai saat ini belum beres," kata Hanny dalam jumpa persnya di Kantor PBVSI, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Selain itu, masalah operasional juga menjadi pertimbangan lain. "Di Yogyakarta sangat antusias sekali dan kami harus pikirkan dana operasional. Di sana jauh lebih efisien," ujarnya.

"Lalu kenapa bukan pilih venue di Jakarta karena kapasitasnya sama sekitar 7 ribu itu karena biaya sewanya juga cukup mahal. 20 kali lipat dari harga sewa di Yogyakarta. Daripada kami bayar segitu lebih baik 19 kali lipatnya untuk pembinaan. Dan Yogya sangat koperatif," dia menjelaskan.



(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed