Gudang Garam Reli Asia Pasifik VI
Cuaca Panas Sambut Para Pereli
Kamis, 08 Sep 2005 12:04 WIB
Jakarta - Cuaca tampaknya akan jadi kendala tersendiri bagi peserta Gudang Garam FIA-Asia Pasific Rally Championship Seri VI di Makassar. Suhu panas bakal menyambut para pereli.Diungkapkan oleh para pereli yang telah hadir bahwa bahwa kondisi di dua daerah yang menjadi arena lomba yaitu Takalar (Special Stage 1-8) dan Bili-Bili (Special Stage 9-13) dengan jarak total SS 235,92 km, sangat mempengaruhi penampilan mereka jika iklimnya sedang panas (terik). Singkatnya, daerah Takalar dan Bili-Bili akan menjadi ganas bila suhu panas.Seperti disebutkan dalam rilis yang diterima detiksport, sebagaimana yang terjadi di dua tahun sebelumnya, banyak pereli yang bertumbangan saat mengarungi daerah ini. Mereka rata-rata pingsan karena kekurangan cairan (dehidrasi).Saat ini, iklim di Makassar cukup panas. Meskipun berawan, suhunya mencapai 32 derajat Celcius. Sementara jika tidak berawan atau cerah, suhunya bisa mencapai 36 derajat Celcius. Suhu seperti inilah yang ditakutkan para peserta."Di saat kami melakukan survei di daerah Takalar, Rabu (7/9/2005) siang, iklimnya cukup bersahabat karena berawan. Meskipun begitu, kami merasa cukup panas, sehingga membuat fisik cepat lelah. Namun, kondisi seperti itu, kami nilai masih wajar," kata pereli asal Finlandia, Jussi Valmiki.Valmiki, yang untuk sementara menduduki posisi teratas pada klasemen umum sementara hingga putaran V dengan nilai 55, sudah datang di kota 'Angin Mamiri' ini sejak tanggal 2 September lalu.Didampingi navigatornya Jarrko Kalliolepo dengan mobil Mitsubishi Lancer Evolution VIII, dia menyatakan tetap optimis bisa menyelesaikan lomba dengan hasil maksimal.Selain Valmiki, peserta luar negeri lainnya yang sudah hadir dan melakukan survei di Takalar adalah Katsuhiko Taguchi (Jepang), Geoff Argyle (Selandia Baru), Brian Green (Selandia Baru), dan Dermott Malley (Selandia Baru).Komentar serupa juga diucapkan pereli peringkat pertama Kejurnas Rally hingga putaran II, Rifat Sungkar. Berdasarkan hasil surveinya di Takalar, Rifat yang didampingi navigatornya Karel Harilatu, kondisi lintasannya sebenarnya sudah baik dan berbeda dari tahun lalu."Lintasannya lebih lebar meskipun tetap berbatu. Untuk cuaca, saya dan mungkin para pereli lainnya menginginkan seperti ini (berawan). Sebab, kalau iklimnya panas, perjuangan yang akan kita lalui sangat berat," uajr Rifat.Rifat sendiri dalam perlombaan kali ini akan mengendarai mobil Proton Grup N. Mobil itu sudah ada di Makassar, sementara dua mobil lainnya yaitu Proton Perth Grup A dan Mitsubishi Evolution III yang akan dikendarai adiknya, Rizal Sungkar, baru tiba di Makassar, Kamis ini. Sementara itu, Direktur PT Bloedus Management Indonesia (BMI) yang dalam kejuaraan ini bertindak sebagai Pimpinan Perlombaan, Jeffrey JP menjelaskan, persiapan yang dilakukan panitia penyelenggara tidak finishing saja.Sementara untuk acara pembukaan yang dilakukan Monumen Mandala, Jumat (9/9/2005) pukul 17.00 WITA, menurut rencana akan dibuka oleh Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar atau Menbudpar Jero Wacik. (erk/)











































