detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 17 Jan 2019 21:15 WIB

20 Cabor Ajukan Proposal Pelatnas 2019, Sisanya Cepat Dong!

Mercy Raya - detikSport
Foto: Stanley Chou/Getty Images
Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menerima pengajuan proposal dari 20 cabang olahraga. Ditunggu cabor lain agar dana bisa segera dicairkan.

Indonesia sudah ditunggu sejumlah agenda olahraga baik turnamen perorangan menuju kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo maupun multievent SEA Games 2019.

Kemenpora bahkan sudah berjanji akan mencairkan anggaran akhir Januari ini agar cabor bisa memulai pelatnasnya dan menjalani agenda tersebut.


"Saat ini baru 20 proposal cabor yang masuk. Sisanya kami harap secepatnya karena 2019 ini kami sudah harus fokus ke yang terdekat yaitu kualifikasi Olimpiade," kata pelaksana tugas Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Chandra Bhakti, kepada detikSport di Gedung MPR-DPR, Senayan.

Dijelaskan mantan Asisten Deputi Opres ini, bahwa ada 12 cabang olahraga yang masuk dalam prioritas Kemenpora. Ke-12 cabor itu di antaranya panahan, atletik, balap sepeda-BMX, bulutangkis, dayung-rowing, angkat besi, karate, tenis, dayung-kano, senam, skateboard, dan voli pantai.

"Kalau untuk SEA Games kami tetapkan konsep 40:60 dengan dominasi atlet junior. Hanya memang bedanya jika kemarin saat Asian Games 53 cabor kami ikutkan semua karena tuan rumah. Nah, untuk di Filipina kami akan lihat mana yang paling berpeluang medali emas," dia menjelaskan.

Dari proposal 20 cabor tersebut tidak bisa semuanya langsung dicairkan karena lebih dulu dilakukan verifikasi. Berkaca dari pelatnas sebelumnya, setiap cabor yang mengajukan proposal akan diperiksa oleh tim verifikasi. Tapi konyolnya, ketua tim verifikasi pada 2018 lalu, Adhi Purnomo, diringkus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dijadikan tersangka bersama Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan pejabat Kemenpora lainnya karena kasus suap dana hibah KONI.

Soal itu, Chandra mengatakan telah mengumpulkan beberapa nama dari praktisi dan perguruan tinggi sebagai pengganti pejabat tim verifikasi yang diperkirakan jumlahnya 11 orang.

"Tim verifikasi juga akan di-combine, nanti akan dibantu pak Sesmen (Gatot S. Dewa Broto). Kami akan perbaiki kontrol pengawasan, tim ahli akan kami lihat kajian riil sesungguhnya cabor ini berapa sih yang objektifnya? Kekuatannya seperti apa?" Chandra menjelaskan.

"Tapi saya yakin insya Allah jadikan yang kemarin pelajaran. Masa enggak bosan-bosan," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com