detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 12 Feb 2019 12:38 WIB

Gantikan Sri Wahyuni untuk Kualifikasi Olimpiade, Syarah Debut di Fuzhou

Mercy Raya - detikSport
Sri Wahyuni sedang hamil dan digantikan oleh Syarah Anggraini dalam kualifikasi Olimpiade 2020. (Agung Pambudhy/detikSport) Sri Wahyuni sedang hamil dan digantikan oleh Syarah Anggraini dalam kualifikasi Olimpiade 2020. (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - PB PABBSI tak lagi pusing meskipun ditinggalkan Sri Wahyuni dalam periode kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo. Syarah Anggraini turun ke kelas 49 kg.

Yuni, sapaan karib Sri Wahyuni, pemilik medali perak Olimpaide 2016 Rio de Janeiro dan Asian Games 2014 Incheon, hamil. Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, dan Angkat Besi pun pening. Sebab, Sri merupakan lifter terbaik di kelasnya dan diharapkan bisa mengamankan tiket Olimpiade 2020. Sudah begitu, Yolanda Putri, yang juga memiliki spesialis di kelas 49 kg, dianggap belum mampu mendekati angkatan Yuni.

PABBSI pun dituntut untuk menyiapkan lifter baru di kelas 49 kg. Dalam prosesnya terpilih Syarah, yang memiliki spesialis di kelas 53 kg, untuk menggantikan Yuni di kualifikasi Olimpiade 2020.

"Untuk itu, strateginya, Syarah diturunkan ke kelas 49 kg," kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PABBSI, Alamsyah Wijaya, kepada detikSport, Selasa (12/2/2019).

"Tapi, tidak mudah karena harus ada reparasi mentalnya. Ini menurut saya karena kami tak tahu dia (Syarah) nyaman atau tidak. Pelatih masih ada hubungan dekat, setidaknya diskusi dulu. Menurut Supeni (pelatih angkat besi putri) dia nyaman di kelas 49 kg," Alamsyah menjelaskan.

Dari pantauan awal, pada tes rutin, Jumat (8/2), Syarah menunjukkan angkatan yang menjanjikan. Dia, yang turun dengan berat badan 50 kg, berhasil mencatatkan angkatan total 193 kg; snatch 85 kg dan 108 kg untuk clean and jerk.


Angka itu jauh di atas catatan angkatan total Sri. Di Kejuaraan Dunia di Ashgabat, Turmenistan, November 2018, Sri membuat angkatan total 186 kg. Rinciannya, angkatan snatch 82 kg dan clean and jerk 104 kg.

Syarah Anggraini (paling kiri)Syarah Anggraini (paling kiri) (Mercy Raya/detikSport)

"Ya kami berharap yang terbaik. Ini perdana karena kami belum bisa dapatkan Yuni sehingga sementara SDM (Sumber Daya Manusia) yang ada kami alokasikan ke sana. Ini keputusan dan risiko besar tapi kami coba aplikasikan saja," kata Supeni.

Syarah akan langsung diuji di Piala Dunia Angkat Besi, IWF World Cup, yang berlangsung di Fuzhou, China, 20-25 Februari.

"Kami belum ada best result. Jadi di sini tantangan kami pelatih untuk memberi hasil yang maksimal. Kami berusaha mendekati rekor (prestasi) Yuni dan berharap yang terbaik apalagi ini ujicoba pertama sehingga harus hari-hati juga," ujarnya lagi.

Supeni optimistis Syarah bisa tampil maksimal di ajang itu. Dia akan berupaya keras untuk mengantarkan lifter didikannya masuk lima besar, bukan batas akhir olimpiade, di urutan delapan besar.

"Sekarang masih bisa berubah. Bagaimana tiap-tiap negara harus pintar cari event untuk mengkatrol delapan besar. Saya harap jangan di tepi jurang lagi, di urutan 8 besar, itu bahaya buat kami karena negara lain juga mencari terus untuk mengalahkan kami di delapan besar. Ya step by step kamu berusaha maksimal lah," dia berharap.


Syarah akan tampil di Fuzhou bersama Eko Yuli Irawan, Deni, Triyatno, Nurul Akmal, Acchedya Jagadditha, Surahmat, Syarah Anggraini, dan satu lifter baru Diah Ayu Permatasari. (mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed