detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 14 Feb 2019 20:26 WIB

Indonesia Off-road Expedition 2019: Babak Belur di Brastagi

Mohammad Resha Pratama - detikSport
Indonesia Off-road eXpedition (IOX) 2019 Andala memasuki seri kelima dan keenam (dok.IOX) Indonesia Off-road eXpedition (IOX) 2019 Andala memasuki seri kelima dan keenam (dok.IOX)
Brastagi - Indonesia Off-road eXpedition (IOX) 2019 Andalas sudah start sejak akhir pekan lalu. Hampir sepekan event berjalan, banyak tim yang babak belur karena medan yang berat.

Setelah start dari Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (9/2) kemarin, seluruh peserta saat tiba di Brastagi dan langsung masuk trek super ekstrim di Siosar. Karena harus menampung 81 kendaraan peserta, maka dibagi dalam dua track yang sama beratnya. Peserta diberi waktu empat hari untuk melalap seluruh track.

Namun kenyataannya hanya sedikit peserta terdepan yang mampu memenuhi jadwal waktu yang ditentukan. Mayoritas tertahan didalam trek, akibat sulitnya jalan yang harus dilalui ditambah banyak kendaraan yang rusak akibat tidak mampu mengatasi kondisi trek.




Kerusakan yang dialami peserta umumnya terkait peralatan winch yang digunakan untuk menarik kendaraan di track tanjakan atau lumpur. Kerusakan di winch menunjukan winch bekerja terlalu keras karena medan yang ganas. Kalau di medan off-road event lain winch bisa berfungsi dengan single line, pada event ini double bahkan triple line baru bisa membuat kendaraan peserta keluar dari trek berat yang dilalui.


Indonesia Off-road Expedition 2019: Babak Belur di BrastagiFoto: dok.IOX


Selain kerusakan winch banyak peserta yang mengalami overheating (mesin panas) akibat mesin bekerja terlalu keras untuk melalui track. Kondisi track membuat seluruh peserta harus berjibaku menghadapi tantangan alam yang super ekstrim.

Peserta harus mampu melewati tanjakan super tajam, menaiki tembok Cina, lumpur yang dalam, turunan yang curam ditengah cuaca dingin. Bahkan ada trek turunan tajam di mana sebagian peserta mengalami slink (tali) winch putus karena ekstrimnya turunan. Putusnya slink winch adalah kejadian yang sebenarnya jarang terjadi.

Maka dari itu sampai Rabu (13/2) sore kemarin, baru ada tiga tim dari 19 peserta yang berhasil keluar dari trek Siosar. Padahal menurut jadwal seharusnya seluruh tim sudah tiba di base camp Silalahi kemarin, yang mana artinya para peserta telat dua hari mencapai titik istirahat ini.

"Medannya memang berat sekali dan banyak tim yang sulit lolos dari sana. Apalagi kondisi trek juga berlumpur sehingga kendaraan sulit dikendalikan," ujar Offroader Nasional yang jadi Team Leader iOX 2019 Andalas, Syamsir Alam, dalam rilis kepada detikSport.


Indonesia Off-road Expedition 2019: Babak Belur di BrastagiFoto: dok.IOX


Sementara itu, menurut Zulkarnain Danie selaku Ketua Panitia IOX dan juga peserta dari Tim Badak Mopar, trek kali ini adalah yang terberat dari seluruh event IOX yang pernah diikutinya. Padahal cuaca cerah dan tidak hujan. "Kalau saja hujan selesai kita semua" kata Joel.

Sejumlah peserta lain yang finish belakangan juga menyampaikan kepuasannya atas track off-road racikan Syamsir Alam yang super ekstrim ini. Semua setuju bahwa track ini yang terbaik dari seluruh event IOX.




Sementara itu, peserta motor Dirt Bike IOX juga masuk ke area off-road namun dengan jalur yang berbada dengan kendaraan 4x4. Track ini juga tidak mudah dilalui oleh peserta motor. Seluruh peserta basah kuyup akibat harus melalui track lumpur yang dalam. Bahkan ada peserta yang harus dibantu ditarik karena tidak sanggup menanjak akibat curamnya track. Hal biasa melihat peserta motor jatuh bangun melalui track.


Indonesia Off-road Expedition 2019: Babak Belur di BrastagiFoto: dok.IOX


Usai finish di base camp 5 di Silalahi dan beristirahat di pinggir danau Toba. Kamis (14/2) pagi WIB tadi rombongan bergerak menuju base camp 6 di Dolok Sanggul.





(mrp/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed