detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 15 Feb 2019 12:55 WIB

Bonus Rumah Emas Asian Games, Atlet: Semoga Segera Terwujud

Mercy Raya - detikSport
Hening Paradigma, atlet paralayang nasional berharap bonus rumah untuk emas Asian Games terwujud. (Tagor Siagian/Antara Foto/INASGOC) Hening Paradigma, atlet paralayang nasional berharap bonus rumah untuk emas Asian Games terwujud. (Tagor Siagian/Antara Foto/INASGOC)
Jakarta - Bonus rumah untuk peraih medali emas Asian Games 2018 belum terealisasi hingga kini. Para atlet berharap, namun tidak ngotot.

Bonus Asian Games idealnya beres tak lama setelah pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia di Jakarta dan Palembang pada 2018 itu usai. Tapi, ternyata dari tiga bonus yang dijanjikan, satu di antaranya mandek. Yakni, bonus rumah. Hingga saat ini, bonus rumah tersangkut kebijakan.

Awalnya bonus memang diberikan rumah saja, tidak berikut tanahnya. Tapi ternyata, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) dilarang membangun di atas aset pribadi. Jadi, harus aset dari pemerintah.

Kemenpora berupaya mencari jalan tengah. Mereka mengajak kerja sama pemerintah daerah asal atlet agar menyediakan tanah untuk si atlet. Jika sudah tersedia, barulah rumah dibangun di atasnya.


"Seingat saya beberapa bulan yang lalu, rumah tersebut dibuatkan. Namun, masih belum diputuskan posisi pembangunannya karena terkait domisili atlet," kata peraih medali emas Asian Games 2018 Paralayang, Hening Paradigma, kepada detikSport, Jumat (15/2).

"Tapi, untuk (tanah disiapkan atlet) tidak ada pembicaraan ke sana. Tanah hal yang pelik karena beda tempat beda anggaran. Semoga pemerintah mendapatkan formulasi yang baik," dia menjelaskan.

"Saya lebih cenderung nerimo (terima), Mbak, karena udah diberi bonus, sudah bersyukur. Kalau pemerintah diberi kemudahan rejeki, berarti tambahan bonus. Kalau enggak ada anggaran, ya tetap alhamdulilah," ujarnya.

Hal senada diungkapkan atlet peraih medali emas Asian Games cabang pencak silat, Yolla Primadona. Dia juga tak banyak menuntut.

"Memang untuk mekanisme (pemberian bonus rumah) dari awalnya tidak dijelaskan, menjadi bola liar karena enggak pernah dibahas. Kami hanya tahu akan mendapat rumah, tapi enggak tahu kalau rumahnya bagaimana, mekanismenya juga," kata Prima, dihubungi terpisah.

"(Tanah disiapkan Pemda) Alhamdulilah jika seperti itu. Amat sangat bersyukur dan berterima kasih. Semoga secepatnya terwujud, sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama," Yolla mengharapkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed