detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 17 Feb 2019 11:01 WIB

Biar Kuat Lari, Atlet Muda Ini Punya Tipsnya

Robi Setiawan - detikSport
Foto: Robi Setiawan/detikcom Foto: Robi Setiawan/detikcom
Jakarta - Usianya memang baru menginjak 20 tahun, namun Wahyu Subiantari telah mengikuti berbagai lomba lari baik tingkat provinsi maupun nasional. Kali ini ia mengikuti lomba Matahari Family Run 2019 di kawasan Car Free Day, Semanggi, Jakarta.

Di acara lomba yang diadakan oleh Matahari dan 361 Degrees tersebut, Wahyu berhasil menjadi pelari wanita yang mencapai finish pertama dengan torehan waktu 20 menit 44 detik. Ia pun punya tips agar kuat berlari.

"Banyak latihan, pokoknya long run dibanyakin. Jangan lupa kalau long run gitu sprint-sprint 100-200 meter. Kalau long run kan untuk endurance juga, kalau sprint kan buat split agar bagus," kata Wahyu usai mengikuti Matahari Family Run 2019 di Jakarta, Minggu (17/2/2019).


Wahyu mengatakan, selain berlatih pelari juga harus memperhatikan asupan makanan atau minumannya. Sebelum berlari ia menyarankan untuk tidak makan makanan berat. Bahkan ia sendiri mengaku memiliki kebiasaan hanya minum air putih sebelum berlari.

"Memang sudah terbiasa enggak pernah makan. Minum, banyakin air putih. Bangun tidur segelas air, habis mandi segala macam satu gelas lagi. Kalau habis lari baru boleh makan. Saya dari kecil terbiasa kaya gitu," ujarnya.

Selanjutnya setelah lari ia menyarankan untuk tidak langsung meminum minuman dingin atau es. Wahyu memiliki pandangan sendiri soal ini. Menurutnya meminum air es langsung setelah berlari tidak baik untuk kesehatan. Sarannya adalah minum air putih biasa, lalu boleh dilanjut makan buah seperti pisang.

"Jangan minum es. Kalau minum es, kita kan habis lari nih, otomatis badan kita panas dong, tiba-tiba dikasih air es kan paru-paru kaya mengecil lagi, dari besar jadi mengecil. Enggak baik juga buat kesehatan," katanya.


Lebih lanjut Wahyu juga menjelaskan beberapa hal lain yang harus dilakukan pelari. Misalnya sebelum berlari ia menyarankan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu, misalnya lari pendek disertai dengan senam yang menggerakkan seluruh anggota tubuh.

Setelah berlari, dara asal Karawang ini menyarankan untuk tidak langsung duduk beristirahat, melainkan melakukan pendinginan terlebih dahulu. Hal ini bisa dilakukan misalnya dengan berlari kecil dengan jarak pendek atau peregangan agar otot yang tegang usai berlari bisa kembali rileks.

"Kan otot kita tegang ya, kita lemaskan lagi, jogging pelan-pelan. Sama kaya sebelum lari ototnya dilemaskan lagi. Jangan duduk setelah lari, (bisa) parises. Dilarikan, kalau udah agak dingin baru boleh duduk," paparnya. (prf/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com