detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 19 Feb 2019 20:31 WIB

Dua Atlet Dukung Indonesia Gelar Olimpiade 2032, tapi...

Mercy Raya - detikSport
Hendra Setiawan dukung Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032 (Rifkianto Nugroho) Hendra Setiawan dukung Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032 (Rifkianto Nugroho)
Jakarta - Pebulutangkis Hendra Setiawan dan atlet tolak peluru Eki Febri Ekawati mendukung penuh Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032. Tapi mereka minta pemerintah lebih siap.

Indonesia mencalonkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Pengajuan ditandai dengan penyerahan surat asli Presiden RI Joko Widodo kepada Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach, Swiss, pada Senin (11/2/2019).

Pemilik medali emas Olimpiade 2008 Beijing Hendra Setiawan berharap Indonesia sukses memenangkan bidding sebagai tuan rumah multievent terbesar di dunia tersebut. Hanya ia menyarankan agar persiapannya dibuat lebih baik lagi.




"Semoga bisa tercapai apalagi jika melihat kemarin Asian Games 2018 kita sukses jadi tuan rumah, seharusnya Olimpiade pun bisa. Tapi persiapannya harus lebih baik lagi dari kemarin," kata Hendra kepada detikSport, Selasa (18/2/2019).

"Semuanya harus diperhatikan. Tapi yang pasti athlete village-nya harus lebih oke lagi," sambungnya.

Eki memiliki pendapat serupa. Jika berhasil menjadi tuan rumah Olimpiade maka Indonesia bakal mencatat sebuah sejarah olahraga. Peraih medali emas SEA Games 2017 ini juga percaya dengan sumber daya manusia dan fasilitas yang lebih baik, maka persiapan akan lebih mudah.




"Sangat berharap Indonesia bisa menjadi tuan rumah. Apalagi kan itu terakbar di dunia, lebih tinggi dari Asian Games jadi sangat mendukung penuh lah. Ibaratnya jika kita bisa mengadakan Olimpiade di negara sendiri akan menjadi sejarah yang luar biasa untuk dikenang nanti oleh anak cucu kita," kata Eki, dihubungi terpisah.

"Ya sebenarnya harusnya sudah siap dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas yang ada, apalagi sekelas Olimpiade. Yang terpenting fasilitas harus memadai dan standar internasional," ujar Eki.

"Paling yang mungkin harus dibenahi perkampungan atletnya yang harus lebih dekat dengan venue olahraganya. Jadi ada sport kompleksnya yang lebih wow, semacam Jakabaring enak juga karena wisma dan venue sangat dekat. Sementara kami kemarin (Asian Games 2018) wisma atlet di Kemayoran, tanding di Senayan, lumayan juga walau tidak macet," dia menjelaskan.

"Sementara kotanya harus yang memadai dari sisi SDM, kepadatan lalu lintas, karena itu berpengaruh (saat penyelenggaraannya), lalu cari daerah yang aman dari letak geografisnya, jangans sampai di kota yang ekstrem lah karena bisa berdampak negatif buat negara kita sendiri. Harus strategis juga," demikian Eki.


(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed