detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Kamis, 04 Apr 2019 20:31 WIB

LADI Tawarkan Pendampingan untuk Acchedya di Jerman

Mercy Raya - detikSport
Acchedya Jaggadhita tersandung doping. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Helmi Afandi/YU/18) Acchedya Jaggadhita tersandung doping. (Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/Helmi Afandi/YU/18)
Jakarta - Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) menawarkan pendampingan kepada Acchedya Jaggadhita, lifter nasional yang tersangkut doping di Thailand. Sidang akan berlangsung bulan ini di Jerman.

Acchedya dinyatakan gagal dalam tes doping oleh International World Federation (IWF) pada 28 Februari. Sampel A milik Acchedya ditemukan zat terlarang saat tampil di EGAT's Cup Internasional Weightlifiting Championship pada 7 -10 Februari 2019, salah satu seri kejuaraan pengumpulan poin Olimpiade 2020 Tokyo.

Atas kasus tersebut, Acchedya kini dicoret dalam pelatnas angkat besi menuju Olimpiade. Dia juga dipastikan tak akan turun di SEA Games 2019.

Menanggapi kasus Acchedya, Ketua LADI, Zaini Kadhafi Saragih, mengatakan akan memberi pendampingan pada atlet tersebut.


"Kasus Acchedya ini agak rumit karena dia termasuk atlet pelatnas, proyeksi SEA Games, dan kualifikasi Olimpiade. Karena ini di bawah International Olympic Committee (IOC) dan kerjasama dengan International Weightlifting Federation (IWF) maka semua pemeriksaan dan sidang dilakukan oleh IWF juga," kata Zaini kepada detikSport di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (4/4/2019).

"Nah, kami sebagai LADI sebetulnya enggak ketiban apa-apa. Cuma karena LADI punya tanggung jawab dua hal, pertama terkait atletnya, kami hubungi atletnya, kedua mendampingi si atlet," ujar dia.

"Artinya LADI akan mendampingi karena sidang kemungkinan di Eropa, Jerman, walau (sekarang) bisa jarak jauh, online. Tapi kami tawarkan pendampingan," dia menjelaskan.

Lebih jauh, Zaini mengaku, tak mau berandai-andai soal sumber bahan makanan yang diasup Acchedya sampai ditemukan zat terlarang dalam tubuh si atlet.


"Secara ofisial mereka dari suplemen tapi bukan sengaja pakai doping. Kami juga ada gambaran tapi tak bisa dituduhkan sebelum melakukan persidangan. Dan persidangan bukan di kami, tapi IWF," katanya.

"Yang jelas kami mengimbau agar jangan sampai ada kasus Acchedya, Acchedya lainnya. Kami juga meminta agar para cabor, juga PABBSI terus berkoordinasi dengan LADI," katanya.

"Kepada para atlet jika cedera atau sakit jangan mengobati dirinya sendiri atau berobat ke dokter lain selain dokter khusus olahraga supaya dokternya update tentang obat-obatnya yang diberikan. Selain itu, kami juga sampaikan tentang risiko jika tertangkap doping karena maksimal hukumannya adalah 4 tahun," imbau dia.


(mcy/ran)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed