detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Minggu, 07 Apr 2019 08:02 WIB

Eko Roni, Pegulat Indonesia yang Dipinang Klub MMA Top Asia

Mercy Raya - detikSport
Atlet mixed martial arts (MMA) Eko Roni Saputra. (Foto: Ari Saputra/detikSport)
Jakarta - Pertengahan September menjadi salah satu momen paling mengejutkan dalam karier Eko Roni Saputra, atlet gulat nasional. Keputusan besar harus diambilnya.

Medio September itu, tetiba saja instagram-nya mendapat pesan dari seseorang yang mengaku dari klub tarung bebas, Evolve Mixed Martial Arts (MMA). Dia ditawari bergabung ke klub yang berpusat di Singapura tersebut.

Eko yang tidak mengetahui apa-apa soal Evolve langsung mencari tahu dan seketika dibuat syok. Dia tak menyangka dihubungi tim yang digawangi juara-juara dunia di MMA.

"Namanya di Singapura saya takut penipuan. Kemudian saya searching banyak juara dunia. Saya sempat pikir 'kenapa saya yang terpilih?' Ya awalnya tak menyangka lah," kata Eko saat berbincang-bincang dengan detikSport, di kawasan Senopati, Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

Perbincangan dengan pihak Evolve pun berlanjut. Eko nekat datang langsung ke Singapura untuk memastikan kebenaran tawaran ikut training camp di Evolve.

"Saat itu saya bilang, boleh gak saya bawa istri saat training? Karena saya takut penipuan. Tapi mereka bilang, di Singapura tidak ada kriminal. Kamu tak perlu takut. Tidak lama saya berangkat ke sana urus paspor dan lain-lainnya di sana," ujar Eko.




Setibanya di basecamp Evolve, Eko langsung dijajal. Dia diminta untuk memperlihatkan kemampuannya.

"Saya jelaskan saya hanya digulat, saya pernah tinju, tapi waktu kecil jadi harus belajar lagi. Jadi selama di sana saya buktikan perfoma saya. Apalagi banyak orang penting yang nonton," katanya.

Penampilan Eko memuaskan para petinggi Evolve. Atlet berusia 27 tahun itu langsung ditawari kontrak. Dia tak lantas menerima.

Eko bimbang. Dia galau karena selama ini dia sudah nyaman dengan cabang gulat. Sebagai gambaran, Eko sudah menjalani karir sebagai pegulat sejak usia 13 tahun.

Dia juga pernah tercatat sebagai peraih medali perunggu di SEA Games Laos. Dia juga masih turun di Asian Games 2018 Jakarta. Dari gulat juga, Eko yang tadinya bukan siapa-siapa bisa cukup sukses.

Selain itu, risiko di tarung bebas juga jadi pertimbangan. Tapi setelah dalam pergulatan panjang dan komunikasi dengan istri dan keluarga, Eko mantap terima pinangan Evolve dengan kontrak 5 tahun.

"Awalnya istri tak setuju. Dia was-was dengan masa depan saya. Tapi pertimbangan saya untuk lebih meningkatkan perekonomian terutama buat masa depan anak saya. Saya berpikir positif saja mungkin ini rezeki dari Allah. Jadi saya putuskan fokus di MMA," dia mengungkapkan.

Oktober 2018, Eko kemudian memboyong anak dan istrinya untuk tinggal di Singapura. Selama itu pula dia melakoni latihan yang super ketat di Evolve. Basic-nya yang hanya gulat dan tinju harus membuat dia berlatih berkali- kali lipat dari atlet-atlet MMA lainnya yang berada di sana.

Selain itu, untuk membiasakan diri dengan kultur tarung bebas Eko mesti berlatih tanpa pelindung. Dia belajar sesuatu yang baru dari sini.

"Kalau teman-teman dua sesi, saya bisa sampai tiga sesi. Karena saya harus belajar yuyitsu juga, taekwondo juga, dan belajar yang lain juga," katanya.

"Saya semenjak latihan tak pernah pakai pengaman. Saya pakai pengaman hanya di kaki dan gelang karena kami dibiasakan untuk jadi fighter. Jadi selama enam bulan itu banyak belajar lah," dia menjelaskan.

"Sebenarnya MMA bagi saya olahraganya engga ekstrem juga karena MMA menggabungkan olahraga olympic: tinju, yuyitsu, taekwondo, kan sama dengan olahraga umumnya. Cuma mereka bermain lebih cerdik karena boleh semua, tendang, gulat. Jadi siapa yang cerdik, stamina, strategi bagus, dia yang menang."

"Ya saya berusaha dengan sebaik-baiknya, saya berlatih keras, saya ingin jauh lebih lama di Singapura. Itu pun saya membela nama Indonesia," imbuhnya.




Eko pribadi mengaku tak terlalu kesulitan beradaptasi dengan tarung bebas. Dia kini cuma berusaha menyerap sebanyak-banyaknya ilmu dari para juara dunia di Evolve, dari cabang muay thai, yuyitsu, tinju, dan lainnya.

"Sebenarnya tak susah karena MMA paling bagus strateginya di gulat, apalagi kalau sudah take down. Cuma memang harus pintar juga. Pintar seperti memahami, misalnya yuyitsu kalau kita takedown terus maka dia main kuncian. Maka harusnya takedown lalu pukul," katanya.

"Saya berlatih dengan Alex Silva (juara dunia ONE Championship sekaligus profesor Yuyitsu Brasil) dan pemain MMA lainnya. Di sana itu kami saling melengkapi. Mereka minta ajari gulat, saya minta jujitsu dan muaythai," ujar Eko.

Jalani Duel Debut di One Championship

Berlatih enam bulan, Eko mengaku siap tempur untuk menghadapi pertandingan perdananya di Filipina pada 12 April mendatang. Eko dijadwalkan duel dengan petarung asal Singapura, Niko Soe, di kelas flyweight.

"Saya saat pertama ditantang mereka, berani kamu main? Saya sempat syok. Saya baru enam bulan sementara target mereka itu kan awalnya satu tahun. Kalau tak ada kemajuan tak mungkin mereka biarkan saya menjadi ayam sayur dia arena. Jadi semenjak itu saya harus siap," ujarnya kemudian tertawa.

Eko juga punya mimpi yang ia ingin kejar. Ayah satu anak ini ingin menjadi juara dunia pertama dari Indonesia.




"Dari pertama target saya jadi juara dunia pertama dari Indonesia. Cuma tantangan saya cukup berat karena yang lain sudah bertahun-tahun menggeluti dunia MMA. Jadi saya harus berupaya keras untuk mewujudkan," dia mengharapkan.

Evolve sendiri dalam situsnya menampilkan sederet juara dunia di tarung bebas, di antaranya dari muay thai, Yuyitsu Brasil, MMA, tinju, gulat. Mereka dinobatkan sebagai salah satu klub terbaik di Asia dari sejumlah media seperti CNN, Fox Sports, MMA Mania, dan The Fight Nation. (mcy/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com