detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 09 Apr 2019 16:02 WIB

Zohri Utamakan Tiket Olimpiade di Lari Estafet 4x100 M, Barulah Perorangan

Mercy Raya - detikSport
lalu Muhammad Zohri mengutaman tiket Olimpiade 2020 Tokyo di nomor estafet. (Mercy Raya/detikSport) lalu Muhammad Zohri mengutaman tiket Olimpiade 2020 Tokyo di nomor estafet. (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Sprinter Lalu Muhammad Zohri berambisi lolos Olimpiade 2020 Tokyo. Dia berfokus untuk mengamankan tiket di nomor estafet putra 4x100 meter.

Salah satu perburuan Olimpiade 2020 itu dilakukan Zohri di Kejuaraan Asia Atletik di Khalifa Stadium, Doha, 21-24 April. Zohri akan turun bersama speuluh atlet atletik terbaik Tanah Air. Di antaranya, Emilia Nova (nomor lari gawang 100 meter), Sapwaturrahman (lompat jauh), Atjong Tio Purwanto (3.000 meter halang rintang), dan Eki Febri Ekawati (tolak peluru).

Zohri akan turun di dua nomor sekaligus dalam kejuaraan itu. Yakni, lari 100 meter putra dan estafet 4x100 meter putra. Di nomor estafet, sprinter asal Lombok itu akan pentas bersama Eko Rimbawan, Bayu Kartenegara, Muhammad Bisma Diwa, Joko Kuncoro (200 meter), Adi Ramli Sidiq (100 meter).


"Saya Insya Allah ikut dua nomor, tapi tergantung jadwal juga. Kalau bentrok seperti saat dari Singapura kemarin, pertama nomor lari 100 meter, siangnya nomor estafet, ya susah. Saya takut dan pelatih juga jangan sampai kejadian seperti itu. Tapi, belum ada arahan lagi dari Ibu Eni yang penting persiapkan dulu saja keduanya," kata Zohri di Stadion Madya, Senayan, Selasa (9/4/2019).

"Tapi, kalau diminta memilih tim (estafet) dulu supaya bisa sama-sama lolos kualifikasi Olimpiade dulu," ujar dia.

Juara dunia junior 2018 itu masih buta kekuatan lawan. Tapi, dia sudah mengevaluasi kekurangannya saat lomba di Malaysia Terbuka Grand Prix pada akhir Maret.

Saat lomba nomor 100 meter putra Zohri sempat lambat di start sebelum kemudian melesat dan menyentuh garis finis yang pertama. Catatan waktunya 10.20 detik.

"Ibu Eni (Nuraini, pelatih estafet) bertanya kenapa kok lambat dari start block? Saya jelaskan bahwa tempat latihan di sini (Stadion Madya) itu start block-nya beda dan lebih bagus. Tempat buat kakinya tak terlalu besar. Tapi saat pemanasan lomba itu beda lagi, ketika tanding juga beda lagi. Terlalu besar dan pendek," dia menjelaskan.

"Hari pertama latihan di sana saja belum ada start block-nya. Makanya saya lebih baik ketinggalan daripada mencuri start block. Soalnya saya pernah mencuri start block dan ditegur Ibu Eni. Karena salah disuruh push up. Saya tidak mau mengulang kesalahan makanya lebih baik saya ketinggalan dan mengejar," dia mempertegas.

"Untuk di Doha nanti saya belum melihat data peserta yang ikut. Tapi, saya siap saja bertanding dan persiapkan diri apa kekurangan saya siap diperbaiki," dia menambahkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com