detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Jumat, 12 Apr 2019 12:11 WIB

Eni Nuraini Pelatih di Lintasan Lari 100 M, Ibu Zohri Cs di Mess

Mercy Raya - detikSport
Eni Nuraeni, pelatih pelatnas atletik (Agung Pambudhy/detikSport) Eni Nuraeni, pelatih pelatnas atletik (Agung Pambudhy/detikSport)
Jakarta - Eni Nuraini mengabdikan diri sebagai pelatih pelatnas atletik sepanjang 13 tahun terakhir. Dia sekaligus bertugas sebagai ibu bagi sprinter nasional, termasuk Lalu Muhammad Zohri, di mess.

Eni terbukti sukses menjadi pelatih yang mampu mencetak atlet-atlet berprestasi. Keberhasilan itu diapresiasi lewat predikat pelatih terbaik atletik Asia 2018.

Atlet-atlet nasional seperti Ahmad Sumarsono Sakeh, Ongky (kini pelatih Emilia Nova), Suryo Agung Wibowo, dan Lalu Muhammad Zohri, merupakan atlet-atlet sukses yang dipegang oleh 'tangan dingin' seorang ibu-ibu berusia 72 tahun.


Pendekatannya kepada anak didiknya pun terbilang cukup asyik. Dia jarang terlihat marah dan lebih banyak melakukan diskusi kepada atlet-atletnya.

Eni, yang menjadi salah satu atlet renang nasional pada Asian Games 1962 di Jakarta, tetap turun langsung ke lapangan. Dia kerap memeri contoh langsung kepada anak didiknya. Dia juga tak segan bekerja sama dengan pelatih asing yang ditunjuk PB PASI, Harry Marra.

"Saya lebih banyak diskusi seperti ibu dan anak. Diskusinya pun macam-macam. Masalah pribadi ada, kadang kan ada yang lagi punya masalah di rumah, atau masalah dengan temannya, apalagi jika tim estafet, bagaimana cara kita menyatukan mereka agar menjadi satu," kata Eni kepada detikSport, ketika ditemui di Stadion Madya, Senayan.

"Makanya, kalau ada salah, enggak lantas atlet diomeli, tapi saya bicara saja kurang ini, kurang itu. Biasanya kan banyak, 'ah salah lu. Dan ternyata, Harry Marra (konsultan pelatih dari Amerika Serikat) pun seperti itu. Selama dia menatar kami dia gak pernah bilang ah itu jelek. Enggak pernah tapi 'iya begitu, tapi kurang ini itu," dia menjelaskan.

"Tapi meski saya tak marah, tak lantas membuat atlet jadi 'semau gue'. Tetap menghormati, dan akhirnya kepada yang muda-muda, serta ke asisten pelatih saya pun mereka jadi segan," ujar dia.

Tak hanya sampai di lintasan, Eni bahkan mendekatkan diri dengan atletnya dengan perbanyak waktu luang di luar lintasan. Biasanya mereka makan bersama usai latihan.

"Pernah nonton bareng tapi sesekali karena saya tak terlalu suka. Tontonan anak-anak aneh hahahaha. Jadi, paling sering makan bareng. Terkadang, seperti Sabtu kan cuma latihan pagi, siangnya kami makan di mana gitu," ujarnya.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com