detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 20 Apr 2019 08:05 WIB

Pesan Hanifan, Pesilat Pemeluk Jokowi-Prabowo: Indonesia Damai dan Waspada Hoax

Amalia Dwi Septi - detikSport
Hanifan berharap Indonesia damai dan masyarakat tidak percaya hoax usai digelar Pilpres 2019 (Instagram/hanifan_yk) Hanifan berharap Indonesia damai dan masyarakat tidak percaya hoax usai digelar Pilpres 2019 (Instagram/hanifan_yk)
Jakarta - Pemilihan Presiden 2019 tinggal menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pesilat Hanifan Yudani berharap kepada masyarakat dan seluruh pihak tidak termakan hoax.

Pemilihan Presiden telah selesai digelar pada 17 April. Berdasarkan hasil quick count, pasang nomor 1 Joko Widodo dan Maaruf Amin unggul dari pasangan nomor 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Hasil tersebut menimbulkan pro dan kontra, khususnya dari paslon nomor 2. Bahkan Prabowo sempat mendeklarasikan pihaknya sebagai pemenang menurut perhitungan yang dilakukan internal timnya.



Kondisi itu terus menimbulkan reaksi dari masyakarat, terlebih di media sosial. Banyak yang saling menghujat di antara kedua pendukung, di mana masing-masing percaya pilihannya adalah pemenang.

Hanifan berharap kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Pesilat peraih emas Asian Games yang menyatukan Jokowi dan Prabowo dalam pelukan bendera Merah Putih itu meminta masyarakat tak termakan hoax yang dapat memperkeruh keadaan.

"Sebenarnya harapan pemilu tahun ini semoga saja senantiasa Allah memberikan yang terbaik kepada orang-orang yang jujur di jauhkan dari kecurangan di antara kubu dan dijauhkan dari hoax yang sudah banyak terjadi," ujar Hanifan kepada detikSport.



Hanifan juga meminta kepada masyarakat menunggu hasil resmi dari KPU. Jangan terpancing dengan isu-isu yang belum diketahui kebenarannya.

"Kenapa sudah banyak terjadi karena antara hasil quick count dengan real count belum jelas kepastian dan kebenarannya. Maka dari itu data online dan asli harus serupa jangan di ada-adakan mau siapapun itu. Kami sudah bisa melihat saja di televisi dengan online dan dengan hasil asli berbeda."

"Maka dari itu jangan sampai terpancing antara kubu mana pun dan saya harap semoga tidak ada kejadian yang tidak diinginkan jangan sampai. Semoga lancar dan jujur khususnya KPU tetap fokus harus bisa menjadi martabatnya baik untuk bangsa dan negara," katanya menambahkan. (ads/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed