detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 24 Apr 2019 18:53 WIB

Awal Menjanjikan Windy Cantika Mojang Bandung di Timnas Angkat Besi

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Lifter putri Windy Cantika Aisah tampil impresif di Kejuaraan Angkat Besi Asia 2019. Tak meraih medali, namun Cantika memecahkan tiga rekor remaja dunia.

Windy baru berusia 16 tahun. Putri mantan lifter nasional, Siti Aisah, itu dipromosikan ke ajang senior untuk rencana jangka panjang, Olimpiade 2024 sebagai pengganti Sri Wahyuni Agustiani, peraih medali perak Olimpiade 2016, yang mundur dari pelatnas karena tengah mengandung anak pertama.

Belum genap dua bulan Windy, yang lahir dan besar di Bandung, bergabung di pelatnas angkat besi di kawasan Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat hingga tampil di Kejuaraan Asia mulai 20-30 April di Ningbo, China. Tapi, dia membuat catatan apik di Negeri Panda itu.

3 Rekor Dunia di Kategori Remaja

Windy tak ujug-ujug aman menjadi penghuni pelatnas angkat besi di kelas 49 kg. Usai dipanggil ke Mess Kwini, dia harus menjalani tes pertama yang dilakukan oleh PP PABBSI,

Windy membukukan angkatan total 177 kg, dengan rincian 79 kg angkatan snatch dan 98 kg clean and jerk. Meski hanya hasil tes, angkatannya ternyata sudah melampaui rekor dunia remaja yang sebelumnya tercatat snatch 76 kg dan 96 kg untuk clean and jerk.

Dengan angkatan itu, Windy dikirimkan ke Kejuaraan Angkat besi Asia di Ningbo. Windy membayar lunas kepercayaan itu.

Tampil di kelas 49 kg, Windy berhasil membuat angkatan snatch 80 kg lewat percobaan pertama 76 kg dan kedua 77 kg. Di angkatan clean and jerk, dia berhasil membuat angkatan 96 kg menjadi 97 kg. Angkatan totalnya menembus angka 177 kg dari sebelumnya 172 kg.

Dengan angka-angka itu, Windy berhasil mencatatkan rekor dunia di kategori remaja, tiga-tiganya sekaligus.


Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Djoko Pramono, mengapresiasi penampilan Windy.

"Masalah angkat besi itu olahraga terukur jadi kami sudah tahu atlet kita ini sudah menembus rekor dunia apa asia atau ASEAN kan kami sudah bisa tahu. Karena, ada tercatat. Sebab itu, kami beranikan diri mengikuti kejuaraan Asia senior dengan perhitungan kami tak mengejar hasil di seniornya karena Windy pasti kalah. Tapi kami ingin rekor ini tercatat dan ternyata betul diakui di IWF. Jadi sesuai ekspektasi lah," kata Djoko kepada detikSport, Rabu (24/4/2019).

Disiapkan ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior

Prestasi ini sekaligus membuat PABBSI yakin Windy mampu bersaing baik di level senior maupun junior. Karena, selain dipersiapkan untuk kualifikasi Olimpiade, Windy juga akan bersaing di IWF World Junior Championship, Mei 2019.

"Kami sekarang sudah tenang. Ini tinggal mempertahankan karena kemarin mereka sudah memecahkan rekor dunia. Tapi kemungkinan untuk dia meraih medali di Olimpiade 2020 kecil tapi dia lolos ke Jepang besar. Itu yang kami kejar sekarang," dia menjelaskan.

"Karena kami tidak mau memaksakan dia untuk menambah bebannya terlalu berat karena usianya masih muda. Kan ada aturannya itu nanti tulang-tulangnya pada bengkok? Jadi, treatment-nya tahap demi tahap," ujarnya lagi.

"Sasaran kami Olimpiade 2024 seiring dengan usia dan kematangan teknik dia. Itu lah sebabnya banyak klub atau negara pnya anak didik yang hebat tapi sudah hancur sebelum jadi karena dipaksakan. Mungkin dia bisa masuk tapi berbahaya karena dia masih berkembang. Intinya, kami melihat Windy ini sebagai harapan baru angkat besi (pengganti atau penerus Sri Wahyuni)," kata Djoko.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed