detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 04 Mei 2019 18:33 WIB

Zohri Dkk Jalani Latihan Khusus Sepanjang Ramadan

Mercy Raya - detikSport
Eni Nuraini, pelatih atletik  (Mercy Raya/detikSport) Eni Nuraini, pelatih atletik (Mercy Raya/detikSport)
Jakarta - Tantangan besar dihadapi tim lari estafet 4x100 meter putra menjelang Kejuaraan Dunia Estafet Mereka harsu menjalankan persiapan berbarengan dengan puasa.

Umat muslim sedunia mulai berpuasa 6 Mei hingga sebulan ke depan, termasuk skuat tim nasional lari estafet putra. Padahal, Lalu Muhammad Zohri dkk. juga tengah menyiapkan diri menuju IAAF World Relay Yokohama 2019 yang berlangsung 11-12 Mei di Yokohama Internasional, Jepang. Ajang itu sekaligus sebagai salah satu kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo.

Pelatih nasional tim estafet, Eni Nuraini, telah menyiapkan antisipasi agar menu latihan tetap bisa dikonsumsi sprinter muslim. Berkaca yang lalu-lalu, anak asuhnya tetap berpuasa meskipun menjalani latihan di bulan Ramadan.


"Mereka biasanya tetap puasa. Cuma, memang porsi latihannya yang dibagi. Misal, pagi hari mereka pemanasan di asrama kemudian sore harinya latihan tapi porsinya dikurangi," kata Eni di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Sabtu (4/5/2019).

"Jika biasanya latihan dua jam kini selama puasa hanya 30 menit sampai satu jam. Jadi, begitu latihan kami langsung buka," dia menjelaskan.

Nah, untuk menu makanannya, pelatih terbaik Asia 2019 ini, mengatakan akan bekerjasama dengan dokter gizi untuk mengatur gula yang dikonsumsi oleh atlet.

"Karbohidrat pasti ada, protein tinggi, yang buat naikin gula darah, karena engga boleh turun sampai latihan sore. Tapi biasanya kalau buka selalu siap teh manis, pisang, kurma, baru sampai mess makan besar. Tapi tidak berlebihan juga. Ya, mereka bisa mengatur lah kan sudah biasa," tuturnya kemudian.

Situasi itu berbeda saat kejuaraan berlangsung. Eni menyarankan agar anak asuhnya tak berpuasa dan menggantinya di lain hari.

"Saat lombanya kalau bisa jangan. Nanti kami beri pengertian kan bisa diganti juga. Ada sih yang mau tetap puasa karena tergantung mereka juga, ada yang tetap bisa tanding walau puasa, tapi yang penting dia tahu kapasitasnya bagaimana, juga tugas dia juga apa," katanya.

"Tapi, saya kira mereka sudah biasa begitu jadi tak masalah lagi. Sebab, saya juga tak bisa (maksa mereka) jangan puasa sama sekali karena akhirnya mereka bisa kok mau lomba dengan puasa dulu tapi tetap bisa prestasi bagus," dia menegaskan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com