detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 21 Mei 2019 14:41 WIB

Menpora Imam: Pengelolaan SKO Kolaborasi Pusat dan Daerah

Suriyatman - detikSport
Menpora Imam Nahrawi (Suriyatman/detikSport) Menpora Imam Nahrawi (Suriyatman/detikSport)
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi optimistis Indonesia tak kekurangan atlet berprestasi. Asalkan pemerintah pusat dan daerah bisa berkolaborasi untuk mengelola Sekolah Khusus Olahraga (SKO).

Imam disambut 500-an siswa saat melakukan kunjungan kerja di Sekolah Khusus Olahraga Internasional Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (21/5/2019).

"Terbukti bahwa telah banyak atlet tingkat dunia yang dilahirkan dari pembinaan di SKO di seluruh Indonesia, termasuk dari Kaltim adalah Iqbal, atlet pencak silat peraih emas Asian Games 2018, yang berasal dari SKOI Kaltim," kata Imam dalam pidatonya.

Selain Iqbal, Imam juga menyebut Egy Maulana Vikri dan Lalu Muhammad Zohri. Egy membuka jalan ke klub Eropa, dengan bergabung di Lechia Gdansk, sedangkan Zohri meraih menunjukkan laju sip di persaingan dunia pada lari 100 meter.

Imam pun percaya SKO yang tersebar di 34 propinsi dan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang tersebar di 33 propinsi bisa memenuhi kebutuhan atlet berprestasi.

"Di sinilah sesungguhnya kawah candra dimuka lahirnya atlet-atlet masa depan Indonesia dan di tangan-tangan mereka inilah akan lahir sebuah cita-cita besar yang menggaungkan Merah Putih dan Indonesia Raya hingga kancah Internasional," ujar dia.

"Tadi sudah diminta oleh pelatih di sini untuk dilakukan peningkatan kemampuan para pelatih, dan ini akan segera kita proses dan kita lakukan disini," kata Imam.


Bagaimana soal pembiayaan SKO?

Saat ini, SKO yang memiliki dana dari pemerintah propinsi selalu menyiapkan pembiayaan untuk seluruh fasilitas dan kebutuhan sumber daya manusia seperti pelatih, guru sementara PPLP dananya dari Kemenpora.

"Ada PPLP dalam SKO itu yang dananya seluruhnya dari pemerintah, dari itu maka pentingnya dilakukan Kolaborasi di mana yang kurang, dimana yang membutuhkan," kata Imam.

"Saya senang sekali lanjutnya di sini adik-adik sangat semangat dan ini harus terus dipertahankan dan terus diperbaiki termasuk kebutuhan pelatih yang berlevel Internasional disini, ini semua akan kita tidak lanjuti secepatnya di sini," ujar dia.

Selain itu, Imam juga memberikan kesempatan kepada sponsor untuk ikut terlibat dalam pengelolaan SKOI ini, khususnya dalam pembinaan para atlit dan cabang olahraga.

"Coba kita lihat jersey yang dikenakan para pemain bola, itu kan di pakaiannya banyak sponsornya, kita berharap semua atlit mendapat sponsor yang luar biasa dan itu penting, penting banget," Imam menegaskan.

(fem/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed