detiksport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 27 Mei 2019 11:35 WIB

Panahan Target Juara Umum di SEA Games 2019

Mercy Raya - detikSport
Diananda Choirunisa menjadi tumpuan di SEAGames 2019 filipina. (Grandyos Zafna/detikSport) Diananda Choirunisa menjadi tumpuan di SEAGames 2019 filipina. (Grandyos Zafna/detikSport)
Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Panahan Seluruh Indonesia (PP Perpani) sesumbar mematok target juara umum di SEA Games 2019 Filipina. Mereka bermodal latihan keras.

SEA Games 2019 berlangsung 30 November sampai 11 Desember di Filipina. Menuju multievent tersebut, tim nasional panahan Indonesia mmenggeber pemusatan latihan di lapangan panahan Cijantung, Jakarta Timur, sejak dua bulan lalu.

Perpani juga telah menyeleksi atlet dari 56 pepanah menjadi 24 orang, kemudian dipilih kembali menjadi 16 atlet panahan terbaik. Mereka merupakan kombinasi atlet wajah lama dari baru.


"Komposisinya 60/70 persen atlet dengan wajah-wajah lama di antaranya Riau Ega Aghata Salsabila, Diananda Choirunisa, Titik Kusumawardani, Sri Ranti, hingga Prima Wisnu Wardhana. Sementara, sisanya atlet muda seperti Asiefa Nur Haenza dan Arif Dwi Pangestu," kata Manajer tim panahan, Tofan Tri Anggoro, di kawasan Menteng, Jakarta.

Maka itu, Perpani tak khawatir dengan kebijakan Kemenpora yang akan mengirim atlet dengan komposisi 60 persen junior dan 40 persen senior.

Apalagi, berkaca dari hasil SEA Games 2017 di Malaysia, Indonesia hanya terpaut satu medali emas dengan tuan rumah.

Dari total 10 medali emas yang diperebutkan di cabang panahan, total empat medali emas Indonesia diraih Prima Wisnu Wardhana di nomor Individual compound putra, Sri Ranti sebagai penyumbang medali emas pertama untuk Indonesia di nomor individual compound putri, Diananda Choirunisa di nomor individual recurve putri, serta pasangan Riau Ega Agatha Salsabila dan Diananda di nomor tim recurve campuran.

"Target kami di SEA Games juara umum. Saya optimistis karena atlet baru pun nilainya sangat kompetitif setiap latihan sepekan dua kali kami ambil nilai dan itu tidak selalu pemain lama nilainya tinggi. Beberapa kali pemain baru juga dapat nilai tinggi jadi saya yakin," ujar Anggoro yang juga menjabat Kabidbinpres Perpani ini.

"Persaingan antar atlet juga kompetitif sehingga pada saat lomba minimal beregu kami bisa dapat. Untuk compund ini relatif ya tapi nilai tertinggi yang pernah dicapai itu 356 seperti M. Rindarto dan Prima Wisnu Wardhana. Lalu Arif Dwi Pangestu termasuk baru untuk recurve skor 346 pernah dapat. Putri yang baru Asiefa Nur Haenza (recurve) juga nilainya cukup tapi belum bisa melampaui skor pemain lama seperti Diananda dan Titi karena mereka pengalaman dan mumpuni," katanya.

"Ya, kami bisa ambil di nomor perorangan recurve putra dan putri, Diananda dan Riau Ega, kemudian nomor compound putra dan putri, serta beregu putra recurve dan compound kita kuat," ujar dia.

"Jadi saya optimistis dari 10 nomor bisa ambil lima. Pesaing Malaysia berat tapi sedang banyak masalah dan penyiapan mereka kurang maksimal semoga kita diundangkan. Kemudian, tuan rumah juga kurang," dia mengharapkan.

(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed