detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 28 Mei 2019 05:10 WIB

Riau Ega Antusias Hadapi Kualifikasi Olimpiade di Belanda

Mercy Raya - detikSport
Riau Ega ingin lolos ke Olimpiade 2020 (Matthias Hangst / Getty Images) Riau Ega ingin lolos ke Olimpiade 2020 (Matthias Hangst / Getty Images)
Jakarta - Pepanah nasional Riau Ega Agatha Salsabila antusias menghadapi kualifikasi Olimpiade pertamanya tahun ini. Dia ingin membalas kegagalannya tiga tahun lalu di Rio de Janeiro.

Panahan Indonesia akan mengikuti kualifikasi Olimpiade di Kejuaraan Dunia Panahan yang digelar di s-Hertogenbosh, Belanda, 10-16 Juni. PP Perpani menyiapkan 16 pepanah terbaiknya, termasuk di antaranya Riau Ega.

Ega dipersiapkan turun bersama Ryan Rafi Adiputro, Hendra Purnama, dan Arif Dwi Pangestu sebagai cadangannya. Mereka diharapkan dapat mengamankan tiket Olimpiade.

"Tantangannya lebih ke kami target beregu putra. Ada perubahan di tim tapi untungnya ada satu tim yang lama masuk. Jadi komunikasinya antara pemain masih lebih gampang. Daripada kemarin baru semua, kali ini saya terbantu ada satu teman yang satu frekuensi dengan saya," kata Ega ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta.




Selama ini, kata Ega, best skor latihannya adalah 226. Hanya karena untuk pertandingan sistemnya poin bukan skor. Sehingga dia dan rekannya lebih banyak mematangkan teknik.

"Kemarin sih sudah hitung-hitungan minimal untuk amankan tiket masing-masing atlet harus bisa mencetak skor 335. Itu baru bisa masuk perebutan beregunya. Jadi kejar individunya dulu baru masuk beregunya," dia menjelaskan.

"Saya sih maunya bisa menembus 360 skornya. Supaya aman. Ya, semoga bisa."

Menyoal persaingan, Ega mengatakan hampir sama dengan negara-negara sebelumnya. Bedanya, akan lebih banyak pesertanya sebab ini pra-Olimpiade pertama sehingga negara yang ikut lebih banyak dan tensinya lebih tinggi juga.

"Jadi dari kitanya harus pintar jaga-jaga. Selain itu, di Eropa (Belanda) cenderung dingin berangin. Cuma ada beberapa yang adaptasi cepat dengan perubahan suhu dan ada yang tidak bisa langsung. Jadi sebelum berangkat harus dipersiapkan benar-benar terutama jaket, sarung tangan, itu juga untuk menghindari hal-hal yang tidak terduga," ungkap dia.




Peraih medali perunggu Asian Games 2018 ini mengatakan jika berhasil amankan tiket, Olimpiade Tokyo bakal menjadi pengalaman keduanya.

Pengalaman pertamanya saat di Olimpiade 2016 Rio De Janeiro. Saat itu, bapak satu anak ini terhenti di 16 besar final perorangan putra setelah kalah dari pepanah Italia Mauro Nespali dengan skor 0-6.

"Ya, ini (Olimpiade) impian setiap atlet. Bisa kembali ke sana lebih termotivasi lagi untuk mendapatkan medali," katanya.

"Makanya semua sudah sadar kewajibannya sama keperluannya masing-masing untuk bisa menjadi juara. Kalau dirasa cukup hanya segitu tidak apa-apa, kalau masih kurang ditambah," demikian dia.


(mcy/mrp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com