Latihan Tim Voli Pantai Putri Dapat Hambatan
Kamis, 13 Okt 2005 21:31 WIB
Jakarta - Jalan menuju SEA Games XXIII Filipina bagi tim voli pantai putri tampaknya sukar dilalui. Pasalnya, anggota tim terjegal dengan masalahnya masing-masing. Menjelang satu bulan pelaksanaan SEA Games XXIII Filipina, latihan tim bola voli pantai putri justru terganggu oleh beberapa hal. Demikian diungkapkan pelatih kepala tim Pelatnas bola voli pantai SEA Games Slamet Mulyanto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/10/2005). Tim putri yang dipersiapkan ke SEA Games ada dua, yaitu Ni Putu Timy Yudhani Rahayu/Devota Rahawarin dan Iim Mukadimah/Ike Prasetyowati. Kedua tim ini telah beberapa bulan digembleng di Pelatnas. Namun, di saat-saat akhir ini justru latihan mereka mendapat gangguan.Devota harus mengikuti pendidikan Kowad selama beberapa waktu di Lembang, Bandung, Jawa Barat, sedangkan Ike terbaring sakit. Ike mengalami sakit perut sejak akhir pekan lalu dan tidak bisa mengikuti latihan. ."Kalau cuma satu minggu memang tidak begitu mengganggu, tetapi kalau lebih dari itu, program latihan menjadi kacau. Saya tidak mengetahui secara pasti berapa lama Devota harus mengikuti pendidikan," kata Slamet.Terkait masalah Devota, Slamet akan menemui komandan Pelatnas SEA Games agar dapat meminta surat dispensasi dari Kowad. "Kita berharap, Devota mendapat dispensasi sehingga dapat bergabung kembali. Dengan begitu, persiapannya ke SEA Games tidak terganggu lagi," ujarnya.Menurut Slamet, bila Devota tidak dapat latihan secara penuh, maka latihan pun tidak bisa maksimal. Dengan latihan minim, maka target yang diberikan susah untuk dipenuhi. Tim putri ditargetkan merebut medali perak. Dua tahun lalu, di Vietnam, tim putri juga merebut medali perak lewat pasangan Ni Putu Timy/Siti Nurjanah.Prestasi terbaik yang dimiliki Timy/Devota,adalah merebut empat gelar juara pada keempat seri Kejuaraan Indonesia Terbuka beberapa waktu lalu. Mereka juga tampil di Kejuaraan Dunia di Bali, bulan lalu. Pasangan itu mencapai babak kedua dalam kejuaraan berhadiah US$ 200 ribu tersebut.Foto: Salah satu pertandingan voli pantai putri (suarantb) (erk/)











































