detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Selasa, 06 Agu 2019 15:28 WIB

Tour d' Indonesia 2019 Tempuh Jarak 825,2 Km dalam 5 Etape

Mercy Raya - detikSport
Tour d Indonesia 2019 digulirkan 19-23 Agustus dalam lima etape. (Rengga Sancaya/detikSport) Tour d' Indonesia 2019 digulirkan 19-23 Agustus dalam lima etape. (Rengga Sancaya/detikSport)
Jakarta - Ajang balap sepeda jalan raya Tour d' Indonesia (TdI) 2019 resmi diluncurkan. Kejuaraan itu diikuti 20 tim dengan etape makin banyak.

Peluncuran TdI 2019 itu dilangsungkan di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa (6/8/2019). Hadir dalam peluncuran tersebut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari, Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto, dan perwakilan sponsor.

TdI bergulir mulai 19- 23 Agustus dengan perubahan mencolok, yakni penambahan rute dan jumlah peserta, dari 20 menjadi 26 negara.


"Alhamdullilah TdI akhirnya bisa kami dilaksanakan kembali. Jika tahun lalu TdI itu rebound setelah tujuh tahun tidur, tahun ini kami menggunakan tag line Race The Element. Selain itu, tahun lalu empat etape kini menjadi lima etape, semoga menjadi tur yang lebih baik dari tahun lalu," kata Oktohari dalam sambutannya.

Pada etape TdI tahun lalu, Jember dan Batu tidak masuk dalam rute perjalanan. Jember tetap dilewati tapi tidak menjadi bagian yang ditempuh.

Nah, kali ini etape yang ditempuh juga lebih luas. Dari sebelumnya jarak yang ditempuh 640 km, menjadi lebih panjang 825,2 km dengan tambahan rute.

Etape pertama dari Borobudur-Ngawi, kemudian Madiun-Batu (157,70 km), Batu-Jember (195,90 km), Jember-Ijen (150 km), dan Gilimanuk-Batur Geoprak (143,60 km).

"Etape itu sebetulnya pilihan minimal empat etape, tapi bisa ditingkatkan sampai berapa etape. Cuma konsekuensi terbesarnya adalah biaya, kalau tambah etape artinya tambah besar anggarannya," dia menjelaskan.

"Kami juga terus belajar dari tahun lalu untuk mengoptimalkan tahun ini. Insya Allah tahun depan akan lebih maksimal lagi dan kami bercita-cita agar TdI bisa masuk dalam klasifikasi 2. Hors Class seperti Tour de Langkawi," dia menambahkan.

Senada dengan Oktohari, Ketua Panitia Pelaksana Tour de Indonesia, Parama Nugroho, mengatakan TdI kali ini lebih menantang dan tanjakannya lebih banyak.

"Tanjakannya tak main-main, gradenya juga tinggi, di etape empat. Kemudian yang finis di Bali, Geopark, kami juga sengaja pilih dua lokasi yang selama ini dilihat dunia sebagai ikon Indonesia," kata Nugroho.

"Semoga TdI ini bisa menambah pariwisata Indonesia dan bisa menambah pengalaman bagi Timnas dan tim kontinental kami," ujar dia.



Simak Video "Tanjakan dan Kerikil Jadi Tantangan Peserta Pro MTB Race 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com