detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 07 Agu 2019 20:31 WIB

Maria Natalia Londa Tunda Momongan Sampai 2020

Mercy Raya - detikSport
Maria Natalia Londa berniat pensiun tahun depan.  (Yulius Satria Wijaya/pd/Antara) Maria Natalia Londa berniat pensiun tahun depan. (Yulius Satria Wijaya/pd/Antara)
Bogor - Maria Natalia Londa sudah berstatus istri, namun dia memutuskan untuk menunda memiliki momongan. Dia berencana untuk tampil lebih dulu di PON 2020 Papua.

Maria melepas masa lajangnya pada awal tahun ini, tepatnya 19 Januari 2019. Peraih medali emas Asian Games 2014 itu menikahi pria yang sudah menjalin kasih dengannya selama 14 tahun terakhir, Made Sukariata.

Awalnya, Maria sempat ragu jika menikah dia tak bisa mencatatkan prestasi lagi. Tapi, takdirnya membawanya untuk berjuang lebih keras.


Dia didukung keluarga yang mendukungnya dari balik layar untuk terus maju. Hal itu pun terbukti di Kejurnas Atletik, atlet kelahiran 29 Oktober 1990 ini masih menjadi atlet lompat jauh dan jangkit terbaik nasional. Dia mengantongi dua medali emas dari dua nomor spesialisinya.

"Memang menunda dulu sampai PON 2020," kata Maria kepada detikSport, usai lomba di Stadion Atletik Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (7/8/2019).

Maria bilang rencana itu sempat ditentang keluarga besarnya, namun tekadnya sudah bulat. Dia bersikukuh untuk menyelesaikan lebih dulu kariernya sebagai atlet, barulah hamil dan sekaligus pensiun.

"Keluarga pasti minta (ada momongan). Kemarin menikah cepat juga karena keluarga. Semua mereka yang mempersiapkan selama satu bulan, jadi tinggal membawa diri saja. Lainnya sudah diurusi semua," ujar dia kemudian tertawa.

"Untung suami mengerti dan saat ini suami ada kepelatihan Kemenpora di Yogyakarta. Jadi sama-sama berjuang lah," dia menambahkan.

Regenerasi Lompat Jangkit Mulai Dipersiapkan

Rencana Maria untuk pensiun diiringi dengan regenerasi yang sudah muncul dari nomor lompat jauh dan lompat jangkit.

Terbukti, di nomor lompat jangkit level senior Bali menyumbangkan dua medali. Selain medali emas dari Maria, Bali juga merebut medali perunggu melalui Ni Luh Mitayuni dengan catatan lompatan jangkitnya 12,07 meter. Padahal, usia Ni Luh masih muda.

"Ni Luh kelihatannya sudah bagus. Tadinya kan saya saja yang dikirim ke Kejurnas ini, kemudian saya bilang, untuk ada regenerasi harus berani mengirimkan yang muda dan benar saja Ni Luh berhasil dan lolos limit PON Papua. Artinya, dia ikut Kejurnas ini tidak percuma padahal usianya baru 20 tahun," ujar dia.

"Dia mungkin terpacu karena awalnya saya tidak turun di lompat jangkit. Kemudian saya masuk dia jadi ikut termotivasi," dia menambahkan.



Simak Video " Sapwaturrahman Sabet Emas Kedua Atletik di SEA Games"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com