detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Rabu, 07 Agu 2019 21:05 WIB

Bisma Diwa Punya Banyak PR Usai Kejurnas Atletik

Mercy Raya - detikSport
Mochamad Bisma Diwa (kanan) (Yulius Satria Wijaya/foc/Antara) Mochamad Bisma Diwa (kanan) (Yulius Satria Wijaya/foc/Antara)
Jakarta - Sprinter nasional, Mochamad Bisma Diwa, memiliki pekerjaan rumah selepas tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik 2019. Dia harus memperbaiki hal-hal teknis.

Kejurnas Atletik 2019 diikuti 1.071 atlet dari 34 provinsi. Jumlah itu sudah termasuk 35 atlet yang saat ini mengikuti pemusatan latihan nasional menuju SEA Games 2019 Filipina.

Satu di antara atlet tersebut adalah Bisma. Dia baru saja merebut medali emas di hari terakhir Kejurnas Atletik mewakili Jawa Timur, bersama Joko Kuncoro Adi (pelatnas), Muhammad Rozikin, dan Yudi Dwi atlet nonpelatnas. Mereka berhasil meraih medali emas dengan mencatatkan waktu terbaik 40,02 detik. Tapi, di nomor lari 100 meter dan 200 meter dia hanya mampu menjadi terbaik kedua dan merebut perak.


Di nomor 100 meter, Bisma mencatatkan waktu 10,58 detik dengan catatan angin -0,1 detik dari sang juara Sudirman Hadi. Sementara di nomor 200 meter putra senior, Bisma mencatatkan waktu 21,56 detik.

Meski hanya menyumbang satu medali emas, Bisma tetap gembira. Meski diakuinya masih ada segudang PR (pekerjaan rumah).

"Secara keseluruhan saya cukup senang (dengan hasil di Kejurnas) karena saya bisa memecahkan personal best pribadi saya di 100 meter dan 200 meter," kata Bisma di Stadion Atletik Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (7/8/2019).

"Namun, tetap saja ada kekurangan yang perlu diperbaiki, terutama kurang tenang dan masih terlalu ngotot, lalu frekuensi ayunan tangan saya yang masih belum bagus," dia menjelaskan.

"Ya, di pelatnas akan coba perbaiki hal-hal teknis ini. Selama ini pun saya selalu belahar dari Lalu Muhammad Zohri. Saya mencontoh dia untuk lebih baik," ujar Bisma.

Hal yang sama diungkapkan pelari estafet pelatnas lainnya, Joko Adi. Dia mengakui catatan waktunya masih belum masuk target yang diberikan PB PASI, yaitu 10,47 detik. Dia hanya bisa mencatatkan waktu 10,66 detik di 100 meter putra.

"Itu jauh dari target saya tapi dengan kondisi saya yang seminggu terakhir tidak fit. Alhamdullilah masih bisa personal best 10,66 detik," kata Joko.

"Saya pribadi akan lebih banyak mengevaluasi di startblock. Kaki juga masih suka lambat di dan masih kurang tenang, masih suka memikirkan yang lain," dia melanjutkan.



Simak Video "Lari Sebelah Mata, Arianti Sprinter Andalan Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
NEWS FEED