detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Senin, 26 Agu 2019 16:50 WIB

Ibu Kota RI Pindah, Pelatnas Angkat Besi Tinggal Adaptasi

Mercy Raya - detikSport
Foto: Mercy Raya/detikSport Foto: Mercy Raya/detikSport
Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat, Binaraga, Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) mendukung keputusan pemerintah memindahkan ibu kota ke Kalimantan Timur. Pelatnas angkat besi akan beradaptasi.

Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan Provinsi Kalimantan timur (Kaltim) sebagai ibu kota negara Indonesia yang baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8/2019). Pemindahan tersebut setelah melalui kajian struktur tanah dan dampak ekonomi dari pembangunan ibu kota baru. Pemindahan itu, secara otomatis pun ikut memindahkan kantor-kantor pemerintahan dan berpotensi berimbas kepada lokasi pelatnas cabang olahraga.

Angkat besi, yang menjadi penjaga medali olimpiade, belum memikirkan pindah dari Jakarta. Mereka optimistis, pemerintah juga bakal membangun fasilitas olahraga di ibu kota baru.


"Saya kira jangan dikaitkan dulu. Itu saja masih jauh, nanti kalau jika jadi dipindah, lalu dipikirkan itu. Tentu saja kami harus menyesuaikan dengan keputusan pemerintah. Saya kira rencana itu masih jauh, kami sebagai olahragawan pasti akan menyesuaikan dengan keputusan-keputusan yang telah diputuskan oleh pimpinan," kata Wakil Ketua Umum PB PABBSI, Joko Pramono, kepada detikSport, Senin (26/8/2019).

"Pemindahan mendukung atau tidak, kalau itu sudah keputusan pemerintah, saya kira kita semua rakyat harus mendukung. Jadi, tidak ada dukung mendukung, setuju enggak, nanti seperti pemilu lagi. Oleh sebab itu, apapun kalau sudah diputuskan pemerintah pasti sudah melalui kajian mendalam maka kami dari pihak olahraga pasti akan mendukung dan menyesuaikan," dia menambahkan.

Menyoal angkat besi ikut pindah ke Kalimantan, Joko belum ingin berandai-andai. Sebab, memindahkan ibu kota semudah membalikkan tangan.

"Jadi dengan pemindahan pasti akan diperhitung, tidak mungkin GBK atau Stadion Utama Gelora Bung Karno pindah ke sana langsung. Saya kira dalam tahun-tahun awal kepindahan olahraga saya yakin kegiatan-kegiatan olahraga masih dipusatkan di kota-kota yang fasilitasnya masih siap. Itu kan perlu biaya besar, tak segampang itu, kalau dipindah," jelas purnawirawan perwira tinggi Korps Marinir TNI Angkatan Laut ini.

"Fasilitas olahraga pasti akan dimanfaatkan maksimum. Sebagai contoh, Australia dari Sydney ke Canberra itu juga dipindah semua. Tetapi yang pertama pindah kantor pemerintah dulu, kemudian pendukung lain masih menggunakan fasilitas lain, pasti semua masih melalui kejadian detail," ujar dia.



Simak Video "Timnas Angkat Besi SEA Games 2019 Siap Raih Emas"
[Gambas:Video 20detik]
(mcy/fem)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com