detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 14 Sep 2019 13:12 WIB

Booming Sepeda Lipat: Si Manis yang Praktis

Adhi Indra Prasetya - detikSport
Sepeda lipat jadi idola baru pecinta sepeda di Indonesia, terutama di kota-kota besar (Matthew Lloyd/Getty Images) Sepeda lipat jadi idola baru pecinta sepeda di Indonesia, terutama di kota-kota besar (Matthew Lloyd/Getty Images)
Jakarta - Dari berbanderol Rp 1 jutaan sampai menembus Rp 50 juta. Apapun merek, harga, dan bentuknya, sepeda lipat kini menguasai jalan-jalan Jakarta dan kota besar lain di Indonesia.

Sepeda lipat saat ini sedang naik daun di kalangan pecinta goweser, terutama di perkotaan seperti Jakarta. Booming seli (sepeda lipat) makin menjadi-jadi karena juga telah sukses memengaruhi mereka yang sebelumnya tak tertarik bersepeda ria.

Tren sepeda lipat yang menyebar hingga banyak provinsi di Indonesia sudah terjadi sekitar dua tahun terakhir. Tapi kalau berbicara soal sepeda lipat di Indonesia, bibit-bitnya sudah muncul lebih dari satu dekade lalu.

"Dulu (2007), yang main sepeda lipat ini kan paling cuma 5-6 orang. Termasuk saya. Tahu komunitas ID-Foldingbike? Waktu itu cuma 10 orang, termasuk saya. Mereka kesusahan cari sepeda, kebanyakan kadang mereka beli dari Singapura. waktu itu saya sambil kerja kantoran, saya pergi ke Cina sendiri, cari, bawa sendiri, taruh di rumah, lalu orang beli ke rumah," ujar Iwan Tenggono saat disambangi detikSport pekan ini.



Komunitas JakseliKomunitas Jakseli Foto: Jakseli


Tenggono (50 tahun) adalah pemilik Bike Shop, salah satu toko sepeda yang kondang di kawasan Senayan. Toko tersebut khusus menjual dan menyediakan jasa servis sepeda lipat. Iwan juga merupakan founder ID-Foldingbike, salah satu komunitas sepeda lipat dengan keanggotaan terbesar.

Sudah 12 tahun berlalu sejak ia menjual sepeda lipat. Kini produsen sepeda lokal pun juga telah banyak memproduksi sepeda lipat. Namun menurut Iwan, sepeda lipat baru pouler dalam dua tahun belakangan.

"Baru ngetop-ngetopnya dua tahun terakhirlah. Sepeda itu kan siklus, lagi rame, terus 3-4 tahun sepi. Sepeda itu bukan alat transportasi, tapi barang hobi. Barang hobi itu ada siklus, ada tren. Sekarang kan trend-nya lagi growing, jadi semua toko mau jual sepeda lipat," ujar Iwan.

Vanessa Angel dengan sepeda lipatnyaVanessa Angel dengan sepeda lipatnya Foto: Instagram @fanessaangelofficial




Simak Video "Berbatov Minta MU Hati-hati Angkut Erling Haaland"
[Gambas:Video 20detik]
(din/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com