detikSport
Follow detikSport Linkedin share
Sabtu, 14 Sep 2019 13:54 WIB

Anti Ribet-ribet dengan Sepeda Lipat

Adhi Indra Prasetya - detikSport
Halaman 1 dari 2
Gak perlu ribet kalau pakai sepeda lipat (Matthew Lloyd/Getty Images) Gak perlu ribet kalau pakai sepeda lipat (Matthew Lloyd/Getty Images)
Jakarta - "Mau jalan ke mana aja kita gak takut pulangnya, tinggal lipat terus naik taksi atau MRT. Kalau pakai sepeda lain enggak mungkin bisa.". Aaah...., sepeda lipat memang memikat.

Sepeda lipat digemari karena bentuknya yang praktis dan mudah dibawa. Dan faktor inilah yang membuat sepeda lipat merebut hati banyak orang, terutama buat mereka yang awalnya enggan bersepeda.

"Sepeda lipat ini kepraktisannya sih yang nggak ada lawan. Mau jalan ke mana aja, kita nggak akan takut nggak kuat untuk pulangnya," kata Iwan Tenggono, pemilik Bike Shop di kawasan Senayan, Jakarta.

"Selama ada transportasi umum, tinggal panggil taksi, lipat sepeda, bisa pulang. Beda kalau pakai mountain bike, road bike, pasti selalu memikirkan pulangnya lagi kuat nggak. Kita mau jalan 100 km, pulangnya 100 km lagi, total 200 km kuat nggak? Kalau nggak kuat gimana, ribet gitu loh," sambungnya.




Sepeda lipat masuk MRT? Boleh, kokSepeda lipat masuk MRT? Boleh, kok Foto: Instagram @mrtjkt


Khusus di Jakarta, pemilik sepeda lipat dimanjakan dengan tersedianya berbagai moda transportasi umum yang sangat bisa diandalkan dan terintegrasi. Alhasil makin banyak orang bike to work memakai sepeda lipat.

Pemilik sepeda lipat memang diizinkan membawa tunggangannya ke dalam MRT dan Transjakarta. Terutama MRT, gerbong yang tersedia terbilang luas sehingga sepeda yang dilipat tak menggangu penumpang lain. Pesepeda tentus saja dapat melanjutkan perjalanannya dengan bus Transjakarta yang terintegrasi dengan MRT.




Lanjut ke halaman berikutnya. (din/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksport.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com